SATUHABAR.COM, KALTENG - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersama insan pers berkomitmen memperkuat sinergi dan komunikasi terbuka. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Silaturahmi Bersama Media dan Sosialisasi Revisi Peraturan Bupati Nomor 39 Tahun 2023 serta Fitur SIADIK untuk Kerjasama Media Tahun 2026, yang digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kotim di Aula Diskominfo, Senin, 10 November 2025.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kotawaringin Timur Irawati, Sekretaris Daerah Umar Kaderi, pimpinan media, dan wartawan dari berbagai organisasi pers. Kegiatan ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan media dalam mendukung keterbukaan informasi publik serta profesionalisme kerja sama di bidang publikasi.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kotim Irawati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang diinisiasi Diskominfo tersebut. Ia menilai pertemuan semacam ini menjadi sarana penting untuk menyamakan persepsi dan membangun komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah dan media.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Melalui forum silaturahmi ini, kita bisa mengetahui di mana letak kendala atau perbedaan persepsi yang mungkin terjadi. Kadang ada persoalan dalam pelaksanaan kerja sama, dan lewat dialog seperti ini, kita bisa mencari solusi bersama tanpa perlu sampai ke level pimpinan,” ujar Irawati.
Sementara itu, Plt Kepala Diskominfo Kotim Ady Candra menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada sosialisasi revisi Peraturan Bupati Nomor 39 Tahun 2023, tetapi juga memperkenalkan fitur terbaru Sistem Administrasi Digital Kerjasama (SIADIK) yang akan digunakan untuk mempermudah dan mengefisienkan proses kerja sama antara pemerintah dan media massa.
“Selain sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi karena saya baru bertugas di Diskominfo. Saya ingin mengenal lebih dekat para jurnalis dan pimpinan redaksi di Kotim, sekaligus berdiskusi tentang pola kerja sama yang bisa kita kembangkan ke depan,” jelasnya.
Ady juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang sehat dan terbuka antara pemerintah dan insan pers. Ia menegaskan bahwa tidak seharusnya ada pejabat yang menutup diri dari media.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya forum formal, tapi juga ruang untuk memperkuat tali persaudaraan. Tidak boleh ada pejabat yang anti terhadap media, karena media adalah mitra penting dalam menyampaikan informasi publik. Saya sendiri selalu terbuka selama hal itu masih dalam kewenangan saya,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan serupa akan digelar secara rutin setiap dua bulan sekali, dengan format yang lebih fleksibel agar diskusi dapat berlangsung lebih santai namun tetap produktif.
Kegiatan berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Para peserta aktif berdialog, memberikan masukan, serta menyampaikan berbagai pandangan terkait pelaksanaan kerja sama publikasi di daerah. (*)
(sal/satuhabar)
