 |
| Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menyampaikan sambutan dalam Apel Siaga dan Sosialisasi SE2026, di halaman Kantor BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (9/4/2026). |
SATUHABAR.COM, KALTENG - PALANGKA RAYA – Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi menjadi langkah strategis dalam memotret kekuatan ekonomi Kalimantan Tengah secara menyeluruh. Hal ini disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng saat menggelar sosialisasi SE2026, Kamis (9/4/2026).
Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, menekankan bahwa keberhasilan sensus sangat bergantung pada keterbukaan dan partisipasi masyarakat, khususnya pelaku usaha.
“Data yang dikumpulkan akan kembali ke masyarakat dalam bentuk kebijakan. Karena itu, kejujuran dan partisipasi aktif sangat dibutuhkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, petugas sensus nantinya akan mudah dikenali melalui atribut resmi seperti rompi dan name tag, sebagai simbol profesionalitas sekaligus jaminan keamanan bagi responden.
Sementara itu, Statistisi Ahli Pertama BPS Kalteng, Dwi Indri Arieska, menjelaskan bahwa SE2026 merupakan sensus kelima yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun. Sensus ini akan mencakup berbagai sektor usaha, termasuk ekonomi digital dan ekonomi berbasis lingkungan.
“Data yang dihasilkan akan menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Mengacu pada hasil Sensus Ekonomi 2016, jumlah usaha di Kalimantan Tengah mencapai lebih dari 237 ribu unit, dengan dominasi sektor UMKM. Kondisi ini menunjukkan besarnya potensi ekonomi daerah yang perlu didukung dengan kebijakan berbasis data.
Melalui SE2026, BPS berharap seluruh aktivitas ekonomi, baik skala kecil maupun besar, dapat terdata secara menyeluruh. Dengan demikian, arah pembangunan ke depan dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
BPS pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang dibutuhkan, demi terciptanya data ekonomi yang valid dan bermanfaat bagi semua pihak. (*)
(dho/satuhabar)