| Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berdampak pada operasional PJU dan lampu lalu lintas di Kotim. |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Pemadaman listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir berdampak terhadap operasional Penerangan Jalan Umum (PJU) dan lampu lalu lintas (traffic light) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Selain menyebabkan pengaturan waktu lampu berubah, kondisi listrik yang sering padam dan menyala juga mengakibatkan sejumlah komponen elektronik mengalami kerusakan.
Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, mengatakan pemadaman listrik dalam durasi panjang membuat petugas harus melakukan penyetelan ulang pada timer PJU dan traffic light di berbagai titik.
“Pemadaman listrik ini sangat berpengaruh. Di beberapa titik masih menggunakan timer, sehingga saat listrik padam dalam waktu lama kami harus menyetting ulang timer-timer tersebut,” ujar Raihansyah, Sabtu (1/8/2026).
Ia menjelaskan, timer pada PJU bekerja selama 24 jam dengan pengaturan waktu otomatis untuk menyalakan dan mematikan lampu. Ketika terjadi pemadaman listrik selama enam hingga tujuh jam, pengaturan tersebut berubah sehingga perlu dikalibrasi kembali oleh teknisi.
Akibatnya, masyarakat masih dapat menjumpai lampu jalan yang menyala pada siang hari atau sebaliknya belum menyala saat malam tiba.
“Karena pemadaman listrik sekitar enam sampai tujuh jam, kami harus menyetting kembali. Itu tidak bisa dilakukan sembarang orang karena membutuhkan teknisi yang memiliki keahlian khusus,” katanya.
Menurut Raihansyah, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Kota Sampit, tetapi juga di sejumlah kecamatan. Namun, keterbatasan jumlah teknisi menjadi kendala sehingga proses penyesuaian dilakukan secara bertahap.
Selain memengaruhi timer, pemadaman listrik yang terjadi berulang kali dalam waktu singkat juga berdampak pada komponen elektronik di dalam sistem PJU.
“Kalau pemadaman panjang, biasanya hanya mengubah timer. Tetapi kalau listrik mati hidup, mati hidup dalam waktu singkat, itu yang berpengaruh terhadap komponen elektronik yang ada di dalam PJU,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini Dishub telah mengganti sekitar 30 kontaktor yang mengalami kerusakan akibat kondisi tersebut.
“Yang banyak rusak itu kontaktor. Sampai hari ini kami sudah mengganti sekitar 30 kontaktor akibat listrik yang mati hidup itu,” ungkap Raihansyah.
Meski demikian, ia memastikan kerusakan tersebut belum menambah kebutuhan biaya personel karena penanganan masih dilakukan oleh petugas yang ada.
“Kalau biaya personel sampai sekarang tidak ada penambahan sama sekali,” pungkasnya. (*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur