PGRI Kotim Siap Kawal Pendidikan Anak Korban Perundungan, Sekolah Tujuan Siapkan Pendidikan Gratis

Ketua PGRI Kabupaten Kotawaringin Timur, Mahbub, saat diwawancarai terkait kunjungan dan penyerahan bantuan kepada anak korban dugaan perundungan, Selasa (27/10/2026).

SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Kotawaringin Timur menyatakan siap mengawal kelanjutan pendidikan anak korban dugaan perundungan. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pendampingan serta bantuan untuk meringankan beban keluarga.

Ketua PGRI Kabupaten Kotawaringin Timur, Mahbub, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk solidaritas organisasi terhadap anak yang terdampak perundungan. Pihaknya ingin memberikan dukungan moral agar kondisi psikologis anak berangsur pulih dan dapat kembali menjalani pendidikan.

Menurutnya, kunjungan itu dilakukan bersama pengurus PGRI dan perwakilan pengurus cabang di wilayah Ketapang dan Baamang, serta bersinergi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur.

“Kami ingin memberikan dukungan kepada siswa yang terkena dampak aksi perundungan itu. Mudah-mudahan dia bisa cepat pulih secara mental,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).

Mahbub menambahkan, pihaknya juga menyerahkan cenderamata dan bantuan sekadarnya sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi yang dialami anak dan keluarganya.

Ia menegaskan, PGRI siap mengawal kelanjutan pendidikan anak tersebut. Dukungan juga datang dari pihak sekolah yang menjadi tujuan anak untuk melanjutkan pendidikan sesuai keputusan keluarga.

Mahbub menyebutkan, kepala sekolah SDN 1 Baamang Tengah yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum PGRI Kabupaten Kotawaringin Timur siap menerima anak tersebut dan memberikan pendidikan tanpa biaya.

“PGRI siap mengawal. Kebetulan sekretaris umum kami juga kepala sekolah yang menjadi tujuan siswa ini. Sesuai keputusan keluarga, mereka memilih SDN 1 Baamang Tengah. Beliau siap mengakomodasi semuanya dan menggratiskan segalanya,” ungkapnya.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu anak melanjutkan pendidikan dengan lebih tenang, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama untuk memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.(*)


(sal/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama