![]() |
| Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Sampit - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang belakangan sering melanda sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan masyarakat perlu memperhatikan tanda-tanda alam sebelum turun hujan atau angin kencang. “Jika melihat awan gelap disertai hembusan angin kuat, sebaiknya hindari beraktivitas di luar ruangan, terutama di bawah pohon besar,” ujarnya, Senin (10/11/2025).
Ia menyebut sejak awal November, beberapa peristiwa angin kencang telah menimbulkan kerugian material di beberapa lokasi, seperti atap minimarket di Desa Pelantaran yang terlepas dan menimpa rumah warga dengan kerugian mencapai Rp75 juta. Insiden serupa juga merusak kanopi Puskesmas Pundu di Kecamatan Cempaga Hulu.
BPBD juga mencatat tujuh pohon tumbang di berbagai titik akibat angin dengan kecepatan lebih dari 50 km/jam. “Sebagian pohon tertahan kabel listrik, membuat proses evakuasi cukup sulit,” katanya.
Multazam menegaskan pentingnya koordinasi lintas instansi, termasuk PLN dan penyedia layanan internet, untuk penanganan darurat jika kabel atau jaringan terdampak. Ia juga mengimbau masyarakat terus memantau peringatan dini BMKG dan meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang datang tiba-tiba.
“Cuaca ekstrem bisa datang kapan saja. Kesigapan masyarakat menjadi kunci untuk menghindari korban dan kerugian,” pungkasnya. (*)
(sal/satuhabar)
