![]() |
| Pembeli mencermati perhiasan emas di etalase toko emas Sampit, saat harga logam mulia melonjak dan menjadi perbincangan masyarakat. |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Harga emas di Kota Sampit kembali menunjukkan tren kenaikan tajam. Hampir seluruh jenis dan kadar emas mengalami lonjakan signifikan, bahkan pada kadar tertentu kenaikannya tercatat menembus angka Rp100 ribu per gram. Kondisi ini dipengaruhi oleh memanasnya situasi ekonomi dan politik global yang berdampak langsung pada pasar komoditas.
Pemilik Toko Emas Mitra Baru di Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, H. Darsani, membenarkan adanya kenaikan harga emas yang cukup drastis. Menurutnya, lonjakan tersebut terjadi secara merata di berbagai jenis emas dan dipicu oleh faktor eksternal, khususnya kondisi ekonomi Amerika Serikat yang berada di bawah proyeksi serta dinamika politik internasional.
Meski harga melonjak, aktivitas jual beli emas di tokonya masih berjalan relatif seimbang. Ia menyebut, sebagian masyarakat tetap memilih membeli emas, terutama emas dengan kadar tinggi, sementara sebagian lainnya justru memanfaatkan momen harga tinggi untuk menjual simpanan mereka.
“Pembelian paling banyak terjadi pada emas kadar 999. Sementara untuk penjualan, umumnya berasal dari emas kadar menengah seperti 700 dan 375,” jelasnya.
Berdasarkan daftar harga di Toko Emas Mitra Baru, emas kadar 999 dibanderol sekitar Rp2.630.000 per gram. Emas kadar 750 berada di kisaran Rp2.160.000 per gram, emas 700 Rp1.980.000 per gram, emas 420 sekitar Rp1.300.000 per gram, dan emas 375 mencapai Rp1.150.000 per gram.
Sementara itu, harga emas lokal tercatat Rp2.600.000 per gram. Untuk emas bermerek, emas Antam dipatok Rp3.200.000 per gram, sedangkan UBS dan Emasku masing-masing berada di angka Rp2.870.000 per gram. Emas Hongkong (HK) juga ikut naik dengan harga sekitar Rp2.800.000 per gram.
H. Darsani menilai, emas kembali menjadi pilihan utama masyarakat sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global. Namun, di sisi lain, tingginya harga juga mendorong sebagian warga untuk melepas emas yang telah lama disimpan.
“Kondisi seperti ini memang biasa terjadi saat ekonomi global tidak stabil. Ada yang membeli untuk investasi jangka panjang, tapi ada juga yang menjual karena melihat harga sedang tinggi,” ujarnya.
Lonjakan harga emas ini turut dirasakan langsung oleh konsumen. Salah seorang pembeli, Sulit, mengaku terkejut dengan kenaikan harga yang terjadi dalam waktu singkat. Ia menyebut, sebelumnya harga emas kadar 999 masih berada di kisaran Rp2,4 juta hingga Rp2,5 juta per gram.
“Sekarang sudah naik jauh. Kalau beli emas 999 ditambah ongkos pembuatan yang bisa sampai Rp350 ribu, totalnya hampir Rp3 juta per gram. Padahal saat dijual kembali, ongkos itu tidak dihitung,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ini membuat emas semakin sulit dijangkau, terutama bagi masyarakat yang ingin menabung atau berinvestasi dalam skala kecil. Bahkan untuk perhiasan, emas kadar tinggi umumnya dijual dalam berat minimal yang cukup besar.
“Emas 999 paling kecil biasanya 10 gram. Kalau mau yang 5 gram, hampir tidak ada,” tutupnya.
Dengan tren kenaikan yang masih kuat, pelaku usaha emas di Sampit memperkirakan pergerakan harga ke depan akan tetap sangat dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dan politik global.(*)
(sal/satuhabar)
