Kasus Diare dan ISPA Meningkat di Awal Kemarau, Dinkes Kotim Ingatkan Warga Lebih Waspada

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring meningkatnya sejumlah penyakit yang kerap muncul pada musim kemarau. Memasuki awal tahun 2026, kasus diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menunjukkan tren kenaikan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, mengatakan bahwa dua penyakit tersebut hampir selalu mengalami peningkatan saat cuaca mulai kering. Kondisi lingkungan, ketersediaan air bersih, serta perilaku hidup masyarakat menjadi faktor utama yang memengaruhi munculnya kasus.

“Setiap kali memasuki musim kemarau, pola peningkatan diare dan ISPA ini hampir selalu berulang,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinkes Kotim, pada pekan pertama Januari 2026 tercatat sebanyak 96 kasus diare. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di angka 69 kasus. Hingga pekan kedua Januari, total kumulatif kasus diare tercatat sekitar 229 kasus, meski pada minggu kedua tidak terjadi lonjakan berarti.

Nugroho menjelaskan, kenaikan kasus diare biasanya terjadi di awal bulan dan cenderung menurun setelah memasuki minggu ketiga. Ia menekankan bahwa diare dapat dicegah dan ditangani apabila ditangani sejak dini.

“Kalau terlambat, dampaknya bisa serius. Idealnya, dalam waktu kurang dari 24 jam sudah dibawa ke fasilitas kesehatan,” tegasnya.

Sementara itu, kasus ISPA juga menunjukkan dinamika yang cukup signifikan. Pada minggu pertama Januari 2026, tercatat 323 kasus, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Namun, pada minggu kedua jumlahnya melonjak menjadi 628 kasus, jauh melampaui angka tahun sebelumnya.

Menurut Nugroho, peningkatan ISPA dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari perubahan cuaca hingga kondisi daya tahan tubuh masyarakat. Meski demikian, ia memastikan pelayanan kesehatan di Kotim masih mampu menangani lonjakan kasus tersebut.

“Penyebab ISPA cukup kompleks, tapi sejauh ini masih dalam batas yang dapat dikendalikan,” katanya.

Dinkes Kotim mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, memastikan penggunaan air bersih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala diare maupun gangguan pernapasan, guna mencegah risiko yang lebih berat. (*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama