![]() |
Kondisi salah satu ruas jalan yang terdampak proyek galian pipa distribusi air bersih, menunggu proses pemadatan dan pemulihan setelah pekerjaan selesai. |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan kewajiban pemulihan seluruh titik bekas galian proyek pemasangan jaringan pipa air bersih. Pemulihan tersebut menjadi tanggung jawab pihak pelaksana kegiatan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBKPRKP Kotim, Nur Aina, mengatakan setiap pekerjaan galian harus dikembalikan ke kondisi awal setelah proyek selesai. Hal itu merupakan bagian dari ketentuan yang melekat dalam izin pekerjaan.
Menurutnya, pihak yang melakukan penggalian wajib memastikan kondisi jalan kembali seperti semula, baik dari segi struktur maupun permukaan. Kewajiban tersebut berlaku di seluruh titik proyek yang dilaksanakan oleh Perumdam Tirta Mentaya.
Ia menjelaskan, sebelum pekerjaan dimulai, pihak Perumdam telah menyampaikan surat permohonan terkait rencana pemasangan jaringan pipa distribusi air bersih. Dinas kemudian memberikan izin dengan sejumlah persyaratan teknis yang harus dipatuhi.
Beberapa ketentuan yang diterapkan antara lain kedalaman galian minimal 1,5 meter, serta lokasi galian harus berada di bahu jalan dan tidak merusak struktur jalan yang sudah ada. Selain itu, material galian juga harus ditata dengan baik agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas masyarakat.
Dinas SDABMBKPRKP juga melakukan peninjauan lapangan di sejumlah titik proyek untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai aturan. Dalam peninjauan tersebut, ditemukan beberapa catatan terkait penempatan material galian serta kerusakan pada sebagian permukaan jalan.
Menurut Aina, penataan material harus memperhatikan ruang yang tersedia di bahu jalan. Jika masih terdapat ruang di sisi tertentu, material galian seharusnya ditempatkan di area tersebut agar tidak menutup badan jalan.
Proyek pemasangan pipa distribusi air bersih yang dilaksanakan Perumdam Tirta Mentaya sendiri tersebar di sejumlah ruas jalan. Beberapa di antaranya meliputi Jalan Haji Juanda, Kembali, Jembatan Kuning, DI Panjaitan, Pelita, Kopi, MT Haryono, Rangkas 3, hingga Jalan Hasan Mansur.
Untuk memastikan pelaksanaan proyek sesuai ketentuan, dinas mengerahkan tim pengawas yang akan memantau pekerjaan secara berkala. Pengawasan tidak hanya dilakukan saat proses galian berlangsung, tetapi juga setelah pekerjaan selesai.
Setelah proyek dinyatakan rampung, dinas akan melakukan peninjauan ulang guna memastikan pemulihan jalan dilakukan dengan baik dan tidak sekadar perbaikan sementara.
Sementara itu, Perumdam Tirta Mentaya menyatakan kesiapannya untuk mengembalikan seluruh titik terdampak galian ke kondisi semula setelah pekerjaan selesai.
Kepala Bagian Teknik Perumdam Tirta Mentaya, Edy Dyufriadi, mengatakan pemulihan jalan merupakan komitmen pihaknya sesuai arahan dinas dan ketentuan perizinan yang telah diberikan.
Ia menegaskan, tidak hanya bekas galian yang akan diperbaiki, tetapi juga jalan masyarakat yang terdampak selama proses pekerjaan berlangsung. Seluruh area tersebut akan dipulihkan setelah proyek rampung.
Menurut Edy, proyek pemasangan jaringan pipa ini bertujuan meningkatkan layanan air bersih kepada masyarakat. Seluruh pekerjaan, kata dia, telah mengantongi izin dan dilaksanakan di bahu jalan sesuai ketentuan teknis.
Meski demikian, ia mengakui pengerjaan proyek tersebut menimbulkan dampak sementara, seperti gangguan lalu lintas dan aktivitas warga. Hal itu terjadi karena penggunaan pipa HDPE berdiameter besar yang membutuhkan ruang kerja cukup luas.
Ia menjelaskan, penyambungan pipa jenis tersebut harus dilakukan di atas permukaan tanah dengan sistem pengelasan, sehingga pipa terlihat memanjang sebelum ditanam ke dalam galian.
Terkait kerusakan aspal di beberapa titik, Edy memastikan seluruhnya menjadi tanggung jawab pelaksana proyek. Bekas galian akan dipadatkan kembali dan dirapikan sesuai kondisi awal.
Kendala yang dihadapi saat ini, lanjutnya, adalah faktor cuaca. Hujan serta kondisi tanah yang basah membuat proses pemadatan belum dapat dilakukan secara maksimal di beberapa lokasi.
Karena itu, pihaknya meminta masyarakat bersabar hingga kondisi cuaca memungkinkan perbaikan dilakukan secara menyeluruh. Ia memastikan seluruh titik galian akan dipulihkan setelah pekerjaan selesai dan kondisi lapangan mendukung.
“Pada prinsipnya, setelah pekerjaan rampung dan kondisi memungkinkan, seluruh bekas galian akan kami kembalikan seperti semula,” ujarnya.
(sal/satuhabar)
