SATUHABAR.COM, KALTENG - Palangka Raya - BPJS Ketenagakerjaan memperkuat sinergi dengan insan pers dan Kominfo se-Kalimantan Tengah melalui kegiatan media gathering di XXI Premier Duta Mall Palangka Raya, Kamis (18/2/2026).
Kepala Kantor Wilayah Kalimantan, Adi Hendrata, mengungkapkan potensi pekerja di Kalteng mencapai 1,7–1,8 juta orang. Namun, baru sekitar 40 persen yang terdaftar sebagai peserta aktif.
“Masih banyak pekerja yang belum terlindungi. Tantangan terbesar kita adalah literasi dan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
BPJS Ketenagakerjaan menjalankan lima program utama: JKK, JKM, JHT, JP, dan JKP. Salah satu manfaat yang menonjol adalah beasiswa bagi dua anak peserta meninggal dunia hingga perguruan tinggi dengan total nilai mencapai Rp174 juta, setelah kepesertaan minimal tiga tahun.
Dengan iuran mulai Rp16.800 per bulan, perlindungan dinilai terjangkau. Sepanjang tahun terakhir, total klaim yang dibayarkan di wilayah Kalimantan mencapai Rp4,9 triliun.
BPJS juga mendorong gerakan “Sertakan” untuk membantu pekerja informal melalui gotong royong pembayaran iuran, serta menyediakan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) berupa pembiayaan perumahan bagi peserta.
Melalui kolaborasi dengan media, BPJS Ketenagakerjaan berharap cakupan perlindungan sosial di Kalimantan Tengah semakin luas dan menjangkau pekerja formal maupun informal, termasuk di desa dan sektor UMKM.
Adi menyebut pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dalam meningkatkan cakupan kepesertaan. Ia mengibaratkan strategi penyebarluasan informasi sebagai “perang udara” yang membutuhkan dukungan media agar pesan cepat dan luas menjangkau masyarakat.
Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan berencana menyusun agenda kolaborasi rutin bersama media, pemerintah daerah, perusahaan, hingga lembaga keagamaan. (*)
(dho/satuhabar)
