![]() |
| Paud Akhlakul Karimah Banjarmasin TImur sudah kedatangan menu MBG, Kamis, 5 Februari 2026 (Foto:RRI/Lusi) |
SATUHABAR.COM, KALSEL - Banjarmasin - Senyum ceria tampak di wajah anak-anak PAUD Akhlakul Karimah, Kecamatan Kebun Bunga, Banjarmasin Timur. Sejak diterapkannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kebutuhan gizi para peserta didik kini terpenuhi secara lebih teratur, sekaligus meringankan beban orang tua.
Program yang merupakan inisiatif pemerintah untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi anak usia dini ini mulai dirasakan manfaatnya sejak pekan ketiga Januari 2026. Sebanyak 34 anak, termasuk peserta penitipan, menerima makanan bergizi setiap hari sekolah.
Guru PAUD Akhlakul Karimah, Eva Yunita, S.Pd., mengatakan anak-anak menunjukkan antusiasme tinggi terhadap program tersebut. Selain membantu pemenuhan gizi, MBG juga membangun kebiasaan makan sehat sejak dini.
“Anak-anak senang karena menyangkut kesehatan mereka. Alhamdulillah menunya lengkap, gizinya terpenuhi, ada buah, sayur, dan susu,” ujarnya saat ditemui, Kamis (5/2/2026).
Eva menjelaskan, makanan MBG biasanya tiba di sekolah sekitar pukul 07.30 Wita. Namun, kegiatan makan bersama baru dilaksanakan sekitar pukul 09.00 Wita, setelah anak-anak menyelesaikan salat Dhuha dan kegiatan pembelajaran awal.
Pengaturan waktu tersebut, kata Eva, dilakukan agar proses belajar mengajar tetap berjalan tertib dan anak-anak dapat menikmati makanan dengan suasana yang nyaman. Setelah kegiatan makan selesai, wadah makanan kemudian diambil kembali oleh petugas MBG sekitar pukul 11.00 Wita.
Lebih dari sekadar makan bersama, program ini dinilai memberi dampak sosial yang nyata. Eva menilai MBG sangat membantu orang tua murid, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan waktu maupun ekonomi untuk menyiapkan bekal setiap pagi.
“Program ini sangat membantu wali murid. Tidak semua orang tua bisa menyiapkan makanan bergizi setiap hari, jadi MBG ini benar-benar dirasakan manfaatnya,” katanya.
Ia pun berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak satuan pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini, sebagai langkah nyata membangun generasi sehat sejak awal. (*)
(yus/satuhabar)
