![]() |
| Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. (Dok. Bisniswisata.co.id) |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Palangka Raya - Aktivitas transportasi udara di Kalimantan Tengah menunjukkan tren positif pada Desember 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat frekuensi penerbangan meningkat 1,97 persen dibanding November 2025, dari 1.373 menjadi 1.400 penerbangan.
Statistisi Ahli Madya BPS Kalimantan Tengah, Taufiqurrahman, mengatakan kenaikan frekuensi penerbangan turut diikuti lonjakan jumlah penumpang. Sepanjang Desember 2025, jumlah penumpang angkutan udara mencapai 136.129 orang, atau naik 9,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat 124.097 orang.
“Peningkatan ini sejalan dengan naiknya jumlah penumpang berangkat sebesar 18,85 persen dan penumpang datang sebesar 0,90 persen,” ujar Taufiqurrahman, Senin (2/2/2026).
Selain penumpang, lalu lintas barang melalui angkutan udara juga mengalami pertumbuhan. Volume kargo udara meningkat 7,92 persen, dari 2.072 ton pada November menjadi 2.236 ton di Desember 2025.
Menurut BPS, sebagian besar aktivitas transportasi udara terkonsentrasi di Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. “Selama Desember 2025, pergerakan penumpang angkutan udara terkonsentrasi sebesar 53,44 persen, sedangkan arus barang mencapai 72,99 persen di Bandara Tjilik Riwut,” jelasnya.
Tak hanya angkutan udara, sektor transportasi laut di Kalimantan Tengah juga mencatat peningkatan. Jumlah kunjungan kapal laut naik 4,87 persen, dari 862 kunjungan pada November menjadi 904 kunjungan pada Desember 2025.
Jumlah penumpang angkutan laut melonjak signifikan sebesar 22,28 persen, dari 26.911 orang menjadi 32.908 orang. Sementara itu, arus barang melalui jalur laut tumbuh 14,57 persen, dari 2,26 juta ton menjadi 2,59 juta ton.
BPS mencatat aktivitas penumpang angkutan laut paling banyak terjadi di Pelabuhan Kumai dengan kontribusi 73,66 persen, sedangkan distribusi barang didominasi Pelabuhan Sampit sebesar 55,45 persen.
Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas logistik di Kalimantan Tengah menjelang akhir tahun 2025.
