Suasana Jelang Imlek, Angpao dan Lampion Jadi Pilihan Utama Pembeli

Beragam pernak-pernik Imlek dipajang di Toko Dupa Jaya, Sampit, menjelang perayaan Tahun Baru Imlek.


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, sejumlah toko pernak-pernik di Sampit mulai dipenuhi berbagai hiasan bernuansa merah dan emas. Angpao, lampion, bunga, hingga gantungan dekoratif tampak dipajang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bersiap menyambut tahun baru.

Pemilik Toko Dupa Jaya, Gustiana, mengatakan tradisi persiapan Imlek biasanya dimulai pada tanggal 24 bulan ke-12 dalam kalender Imlek. Pada waktu tersebut, masyarakat mulai membersihkan rumah dan altar, sekaligus mengganti hiasan lama dengan dekorasi baru sebagai simbol menyambut keberuntungan di tahun yang akan datang.

“Mulai hari itu biasanya orang bersih-bersih rumah, altar, lalu ganti hiasan baru,” ujarnya.

Ia menyebutkan, pembelian pernak-pernik umumnya mulai ramai sekitar dua minggu sebelum Imlek hingga sehari menjelang perayaan. Namun, kondisi tahun ini berbeda dibanding tahun sebelumnya.

“Biasanya di waktu seperti ini sudah ramai, tapi sekarang terasa lebih sepi. Ada penurunan sekitar 30 persen dibanding tahun lalu,” kata Gustiana.

Menurutnya, penurunan tersebut membuat pedagang mengurangi jumlah stok barang yang didatangkan. Selain faktor ekonomi, situasi bencana di beberapa daerah juga disebut memengaruhi suasana perayaan sehingga masyarakat tidak terlalu meriah dalam berbelanja.

Meski begitu, kebutuhan utama seperti angpao dan bunga tetap menjadi barang yang paling banyak dicari. Selain itu, hiasan gantung dan tempelan juga masih diminati, baik oleh pembeli individu maupun dari kantor dan hotel.

Harga angpao dijual dengan kisaran Rp3.000 hingga Rp15.000 per set, sementara pernak-pernik lainnya dibanderol mulai Rp5.000 hingga Rp300.000. Lampion berukuran besar menjadi produk dengan harga tertinggi yang tersedia, meski jumlahnya terbatas karena pedagang menyesuaikan stok dengan kondisi pasar.

“Kalau ekonomi seperti sekarang, kami tidak berani ambil barang yang harganya tinggi. Takutnya tertahan dan susah untuk tahun depan,” ujarnya.

Meski penjualan tidak setinggi tahun lalu, Gustiana tetap berharap perayaan Imlek tahun ini membawa kesehatan dan keberuntungan bagi semua pihak.(*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama