Guru Ngaji di Kotim Dapat Apresiasi, 250 Paket Dibagikan pada Grand Closing RBQ9 ODOJ

Foto bersama pengurus Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Kalimantan Tengah, para guru ngaji penerima apresiasi, serta tamu undangan usai kegiatan Grand Closing Ramadan Bersama Al-Qur’an (RBQ9) 1447 H di Sampit, Sabtu (7/3/2026).

SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Kalimantan Tengah menutup rangkaian kegiatan Ramadan Bersama Al-Qur’an (RBQ9) 1447 H dengan menyalurkan ratusan paket apresiasi kepada para guru ngaji di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu, 7 Maret 2026.

Kegiatan yang bertajuk “Senyum Guru Ngaji” tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian program ODOJ selama Ramadan. Sebanyak 250 paket sembako, parsel, dan uang apresiasi dibagikan kepada para guru ngaji yang tersebar di wilayah Sampit dan sekitarnya.

Pembina ODOJ Kalteng, Ustadz Ahmad Robita, mengatakan komunitas ini merupakan gerakan yang berfokus pada pengembangan Al-Qur’an, khususnya dalam membudayakan membaca Al-Qur’an.

Menurutnya, komunitas tersebut telah dirintis sejak sekitar 2016–2017 dan hingga kini terus berkembang melalui berbagai kegiatan syiar Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Ini merupakan perjuangan bahwa di Kotim masih ada komunitas yang peduli dengan Al-Qur’an dan juga memberikan perhatian serta penghargaan kepada para guru ngaji,” ujarnya.

Ia menilai keberadaan guru ngaji sangat penting karena menjadi salah satu pilar dalam membentuk karakter masyarakat, khususnya dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

“Posisi guru ngaji ini sangat penting karena mereka yang membimbing masyarakat belajar Al-Qur’an. Apresiasi ini bukan semata soal nilai, tetapi bentuk perhatian dan penghargaan,” jelasnya.

Ustadz Ahmad Robita juga mengungkapkan bahwa selama ini para guru ngaji sering menghadapi keterbatasan dukungan. Meski pemerintah telah memberikan insentif dalam beberapa tahun terakhir, bantuan tersebut dinilai belum merata.

“Apresiasi seperti ini menjadi upaya untuk menambal kekurangan itu, terutama bagi guru ngaji yang belum tercover bantuan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Provinsi ODOJ Kalimantan Tengah, Hj. Sri Rejeki Syachwani, menjelaskan bahwa kegiatan RBQ9 tidak hanya berfokus pada pembagian bantuan, tetapi juga berbagai program pembinaan Al-Qur’an selama Ramadan.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan antara lain pesantren muslimah di empat Rumah Qur’an binaan ODOJ, klinik tahsin untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an, kunjungan dakwah ke sekolah-sekolah melalui program ODOJ Goes to School, serta pembinaan internal pengurus.

“Pada hari ini kami menyalurkan 250 paket untuk guru ngaji yang tersebar di seluruh Kotim, mulai dari guru ngaji keliling, guru ngaji kampung, pengajar TPA, hingga guru ngaji di daerah pelosok,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa guru ngaji merupakan ujung tombak dalam menjaga tradisi membaca Al-Qur’an di masyarakat.

“Tanpa guru ngaji, tidak akan ada yang bisa membaca Al-Qur’an. Karena itu kami merasa mereka perlu mendapatkan apresiasi,” katanya.

Sri Rejeki juga menyebutkan bahwa minat masyarakat dalam mempelajari Al-Qur’an cukup tinggi, terutama dari kalangan ibu-ibu, termasuk yang berada di daerah pelosok.

Namun demikian, pihaknya mengakui bahwa keterlibatan generasi muda masih menjadi pekerjaan rumah bagi komunitas tersebut.

“Selama ini yang aktif bergerak banyak dari kalangan ibu-ibu. Tapi setahun terakhir kami mulai merekrut generasi muda untuk ikut terlibat dalam dakwah Al-Qur’an, termasuk melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, ODOJ berharap dukungan masyarakat dan para donatur dapat terus berlanjut sehingga program syiar Al-Qur’an dan apresiasi kepada guru ngaji dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun.(*)


(sal/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama