Langkah ini menjadi krusial mengingat kuota haji reguler Kalimantan Tengah tahun ini mencapai 1.559 jamaah, yang membutuhkan kesiapan menyeluruh mulai dari administrasi hingga pelayanan di lapangan.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan bentuk pelayanan besar kepada umat yang harus disiapkan dengan penuh tanggung jawab.
“Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang menjadi dambaan setiap Muslim. Karena itu, seluruh prosesnya harus dipastikan berjalan aman, nyaman, dan khusyuk,” ujarnya.
Ia menekankan, rapat koordinasi ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi titik temu untuk menyatukan langkah seluruh pihak yang terlibat, sekaligus memastikan tidak ada celah persoalan di lapangan.
Mulai dari aspek administrasi, kesehatan jamaah, transportasi, hingga akomodasi, seluruhnya menjadi fokus utama dalam pembahasan.
Menurut Edy, kualitas pelayanan harus benar-benar menjadi prioritas, terutama bagi jamaah lanjut usia dan mereka yang memiliki risiko kesehatan.
“Pastikan kesiapan teknis dan administratif berjalan maksimal. Koordinasi lintas sektor juga harus diperkuat agar tidak ada hambatan saat pelaksanaan,” tegasnya.
Lebih jauh, Pemprov Kalteng menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan standar pelayanan haji setiap tahun, seiring dengan meningkatnya ekspektasi masyarakat.
Harapannya, seluruh jamaah tidak hanya berangkat dalam kondisi siap, tetapi juga kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.
“Mari kita jalankan tugas ini dengan keikhlasan dan semangat pengabdian. Ini bukan sekadar pekerjaan administratif, tetapi bagian dari pelayanan kepada umat,” pungkasnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Plt Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Tengah Akhmad Husain, para bupati dan wali kota se-Kalteng, serta perwakilan instansi terkait dari provinsi tetangga.
Dengan koordinasi yang semakin solid, Pemprov Kalteng optimistis seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti. (*)
(dho/satuhabar)