Apel tersebut dipimpin langsung Kapolres Murung Raya, AKBP Frengky M. Monathen, dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga Dewan Adat Dayak.
Turut hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kepala Satpol PP dan Damkar, Rudie Roy, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam pengamanan Lebaran.
Dalam amanat yang dibacakan Kapolres dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, ditegaskan bahwa apel gelar pasukan ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah awal untuk memastikan seluruh personel, perlengkapan, dan strategi pengamanan benar-benar siap di lapangan.
Operasi Ketupat 2026 sendiri menjadi momen krusial, mengingat tingginya mobilitas masyarakat saat mudik dan perayaan Idulfitri. Karena itu, pengamanan akan difokuskan pada berbagai titik rawan dan pusat aktivitas masyarakat.
Mulai dari masjid dan lokasi salat Idulfitri, pusat perbelanjaan, objek wisata, hingga simpul transportasi seperti terminal dan pelabuhan—semuanya menjadi prioritas pengamanan.
Kapolres menekankan pentingnya soliditas dan kerja sama antarinstansi. Sebab, keberhasilan pengamanan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus melibatkan seluruh elemen.
“Sinergitas menjadi kunci utama agar masyarakat bisa merayakan Idulfitri dengan aman, nyaman, dan lancar,” menjadi pesan utama dalam apel tersebut.
Bagi masyarakat, kehadiran aparat di berbagai titik bukan sekadar penjagaan. Ia adalah bentuk jaminan bahwa perjalanan mudik, ibadah, hingga momen berkumpul bersama keluarga dapat berlangsung tanpa rasa khawatir.
Apel gelar pasukan ini pun menjadi penanda: Murung Raya siap menyambut Lebaran—dengan pengamanan maksimal dan pelayanan terbaik untuk warganya. (*)
(nash/satuhabar)