 |
| Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Lentine Miraya, dan jajaran, serta sejumlah perwakilan perangkat daerah terkait, mengikuti Advokasi Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026 yang digelar Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Kalimantan Tengah secara virtual, Selasa (31/3/2026). (Dok. Diskominfo SP Mura) |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Puruk Cahu - Pemerintah Kabupaten Murung Raya terus memperkuat komitmen dalam menjamin keamanan pangan bagi masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan keikutsertaan dalam kegiatan Advokasi Penilaian Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2026 yang digelar Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi Kalimantan Tengah secara virtual, Selasa (31/3/2026).
Kegiatan tersebut diikuti dari Aula Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Murung Raya, dengan Bupati Heriyus diwakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Lentine Miraya, serta dihadiri sejumlah perwakilan perangkat daerah terkait.
Melalui forum ini, BBPOM Kalteng memberikan pembekalan teknis terkait tahapan penilaian, indikator yang harus dipenuhi, hingga strategi daerah dalam memenuhi standar keamanan pangan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Murung Raya, Lentine Miraya, menegaskan bahwa keikutsertaan Pemkab Mura bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pengawasan pangan di daerah.
“Ini menjadi momentum penting bagi kami untuk memperkuat kesiapan daerah, baik dari sisi regulasi, pengawasan, maupun koordinasi lintas sektor dalam menjamin pangan yang aman bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar perangkat daerah dalam memenuhi indikator penilaian yang telah ditetapkan, mengingat keamanan pangan menyangkut banyak aspek, mulai dari produksi, distribusi, hingga konsumsi.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung dengan narasumber BBPOM guna mengidentifikasi tantangan di lapangan sekaligus mencari solusi yang tepat.
Pemerintah Kabupaten Murung Raya diharapkan mampu memanfaatkan advokasi ini untuk melakukan penilaian mandiri secara optimal, sebagai langkah awal dalam memenuhi standar Kabupaten Pangan Aman.
Dengan penguatan koordinasi dan kesiapan yang matang, Pemkab Mura optimistis dapat meningkatkan kualitas sistem keamanan pangan yang terpadu dan berkelanjutan, sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat. (*)
(nash/satuhabar)