Perjuangan GBM, Jalan Kaki Berjam-jam Demi Antar Buku ke Anak Pedalaman

PEDALAMAN: GBM kembali melakukan ekspedisi dengan misi penyebar luasan literasi di kawasan kaki pegunungan Meratus - (Dok. Sri Mulyani/Borneotrend)


SATUHABAR.COM, KALSEL - BALANGAN – Di balik sunyinya kaki Pegunungan Meratus, sekelompok relawan bersiap menempuh perjalanan panjang dan berat demi satu tujuan mulia, menyebarkan literasi bagi anak-anak di pelosok. Gerakan Buku Meratus (GBM) kembali menggelar ekspedisi kemanusiaan dengan membawa harapan dalam bentuk buku dan perlengkapan sekolah.

Namun, misi ini bukan sekadar perjalanan biasa. Untuk mencapai Sekolah Dasar Kecil (SDK) Ambatunin di Desa Uren, Kecamatan Halong, para relawan harus menembus medan yang tidak mudah. Setelah kendaraan tak lagi bisa melaju, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki selama dua hingga tiga jam, menyusuri jalan setapak, hutan, serta jalur terjal khas pegunungan.

Di tengah keterbatasan akses dan medan yang menantang, semangat para relawan tak surut. Bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Balangan, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sapta Mandiri, FKIP, FST, hingga Aliansi Mahasiswa Biru Langit (AMBL), mereka bahu-membahu mengumpulkan donasi untuk anak-anak yang selama ini jauh dari akses pendidikan yang memadai.

Buku bacaan, alat tulis, seragam sekolah, tas, hingga bantuan dana dikumpulkan sebagai bekal perjalanan. Semua itu bukan sekadar bantuan, tetapi simbol kepedulian agar anak-anak di pedalaman tetap memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi dan meraih masa depan.

Koordinator Lapangan ekspedisi, Muhammad Fikri, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata perjuangan generasi muda dalam memperjuangkan akses literasi yang merata.

“Kami sadar medan yang akan ditempuh tidak mudah. Tapi kami percaya, setiap langkah yang kami pijak adalah bagian dari upaya membuka jendela dunia bagi anak-anak di sana,” ujarnya.

Setibanya di lokasi, para relawan tidak hanya menyerahkan bantuan. Mereka juga akan menghadirkan kebahagiaan sederhana melalui kegiatan nonton bersama film pendidikan, permainan interaktif, serta interaksi langsung dengan siswa dan masyarakat setempat.

Kegiatan ini menjadi ekspedisi kedua yang dilakukan GBM setelah pertama kali digelar pada Februari 2025. Tahun ini, mereka menargetkan dapat menjangkau setidaknya tiga Sekolah Dasar Kecil di wilayah Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan.

Presiden Mahasiswa Universitas Sapta Mandiri, Abdullah, menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh terhalang oleh jarak dan keterbatasan geografis.

“Anak-anak di pedalaman memiliki hak yang sama untuk bermimpi. Melalui literasi, mereka bisa melihat dunia lebih luas, dan dari sanalah masa depan mereka mulai dibentuk,” katanya.

Ekspedisi ini dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 5 April 2026. Di balik langkah kaki yang menembus medan berat, tersimpan harapan besar, bahwa suatu hari nanti, buku-buku yang mereka bawa akan mengubah cara pandang, membuka peluang, dan menyalakan mimpi anak-anak di kaki Meratus. (*)


Sumber: Borneotrend

Lebih baru Lebih lama