Polres Kotim Tingkatkan Patroli Usai Maraknya Pencurian Selama Ramadan

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain memberikan keterangan kepada awak media terkait peningkatan patroli dan upaya pengungkapan kasus pencurian yang marak terjadi di wilayah kotim, selama bulan Ramadan.

SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Kepolisian terus meningkatkan pengawasan di sejumlah wilayah di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menyusul meningkatnya kasus pencurian yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir selama bulan Ramadan.

Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk menekan angka kriminalitas. Salah satunya dengan memetakan wilayah yang dianggap rawan serta menyesuaikan pola patroli berdasarkan aktivitas masyarakat.

Menurutnya, sejumlah lokasi seperti kawasan pertokoan, rumah ibadah hingga lingkungan organisasi menjadi sasaran para pelaku kejahatan. Aktivitas masyarakat yang meningkat pada malam hari selama Ramadan juga kerap dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.

“Kami sudah memetakan beberapa titik rawan dan menyesuaikan jadwal patroli. Saat masyarakat menjalankan ibadah, terutama salat tarawih, kehadiran anggota di lapangan akan lebih intens untuk memastikan situasi tetap aman,” ujarnya, Rabu (4/3) malam.

Patroli kini difokuskan pada waktu-waktu tertentu, seperti saat salat tarawih hingga dini hari ketika kondisi lingkungan relatif sepi. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku.

Selain langkah pencegahan, Polres Kotawaringin Timur juga melakukan penindakan terhadap sejumlah pelaku yang diduga terlibat dalam kasus pencurian. Beberapa di antaranya telah diamankan, sementara kasus lainnya masih dalam tahap penyelidikan.

Salah satu kejadian terbaru adalah pembobolan dua gerai Alfamart yang berada di kawasan Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sampit. Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan.

Terkait kasus tersebut, Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya masih terus melakukan pendalaman guna mengungkap identitas pelaku.

“Berkaitan dengan Alfamart dan beberapa kasus pencurian lainnya, saat ini kami masih mengolah informasi yang ada. Pengumpulan bahan keterangan terus dilakukan, baik melalui analisis data maupun barang bukti yang ditemukan di lokasi. Prosesnya masih berjalan dan mudah-mudahan dalam waktu dekat tersangkanya bisa kami temukan dan akan segera kami rilis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kepolisian juga tetap mengedepankan langkah preventif karena pola kejahatan yang terjadi saat ini tidak menentu.

“Sekarang polanya cukup acak. Ada kejadian di BRI Link pada siang hari, sementara di Alfamart terjadi pada pagi hari. Karena siklus waktunya tidak menentu, ini menjadi bahan evaluasi kami untuk menentukan titik-titik mana saja yang perlu ditingkatkan pengamanan dan penempatan personel,” jelasnya.

Dalam penanganan kasus lainnya, Kapolres juga mengungkapkan bahwa salah satu pelaku pencurian yang sempat diamankan ternyata merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Pelaku tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Timur untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Kapolres turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, salah satunya dengan kembali mengaktifkan ronda malam serta memperkuat komunikasi antarwarga.

“Keamanan lingkungan bukan hanya tanggung jawab polisi. Jika masyarakat kompak dan peduli, peluang pelaku kejahatan untuk beraksi akan semakin kecil,” tegasnya.

Melalui kerja sama antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan di Kota Sampit tetap kondusif sehingga warga dapat menjalankan aktivitas selama Ramadan dengan aman dan nyaman.(*)


(sal/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama