![]() |
| Syukuran satu tahun kepemimpinan Bupati Heriyus bersama Wakil Bupati Rahmanto Muhidin, yang digelar di aula rumah jabatan Bupati, Kamis (5/3/2026). |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Puruk Cahu - Satu tahun kepemimpinan bukan sekadar hitungan waktu, tetapi tentang sejauh mana janji diwujudkan menjadi aksi nyata. Hal itu ditegaskan Bupati Murung Raya, Heriyus, dalam refleksi satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Rahmanto Muhidin, yang digelar di aula rumah jabatan Bupati, Kamis (5/3/2026).
“Satu tahun telah berlalu, ini bukan sekadar angka, melainkan amanah yang dijalankan dengan hati,” ujar Heriyus.
Momentum refleksi tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus penegasan arah pembangunan ke depan, yang berpijak pada visi besar “Terwujudnya Murung Raya Hebat Semakin Maju Semakin Sejahtera Menuju Murung Raya Emas 2030”.
Dalam kurun waktu satu tahun, berbagai capaian mulai terlihat, terutama pada sektor pelayanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, hingga kesejahteraan masyarakat.
Salah satu program unggulan yang mulai dirasakan masyarakat adalah Kartu Hebat Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang telah menjangkau hampir 1.400 penerima di seluruh wilayah Murung Raya.
Di sektor kesehatan, melalui Kartu Hebat Sehat Plus, pemerintah daerah menanggung penuh iuran BPJS Kesehatan kelas III bagi warga kurang mampu. Tak hanya itu, bantuan tunai harian juga diberikan kepada keluarga yang mendampingi pasien di RSUD Puruk Cahu maupun rumah sakit rujukan.
Komitmen terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia juga ditunjukkan melalui berbagai program pendidikan.
Program Kartu Hebat Pintar Santri disalurkan secara berkala setiap tiga bulan untuk mendukung pendidikan keagamaan. Sementara itu, Kartu Hebat Teologia diberikan bagi putra-putri daerah yang menempuh pendidikan calon pastor maupun pendeta.
Selain itu, pemerintah juga menjalankan program Kartu Hebat Murung Raya Cerdas dan Kartu Hebat Mahasiswa guna memperluas akses pendidikan bagi generasi muda.
Tak hanya menyasar sektor sosial dan pendidikan, perhatian juga diberikan kepada para tokoh dan perangkat sosial di tingkat akar rumput. Pemerintah meningkatkan tunjangan bagi damang, kepala adat, mantir adat, penghulu, guru ngaji, guru sekolah minggu, hingga ketua RT dan RW.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk penguatan peran masyarakat dalam menjaga nilai-nilai sosial dan budaya di tengah pembangunan.
Heriyus menegaskan, seluruh program tersebut dirancang agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, bukan sekadar angka di atas kertas.
“Pembangunan harus hadir nyata di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dengan fondasi yang telah dibangun selama satu tahun pertama, Pemerintah Kabupaten Murung Raya optimistis langkah menuju visi besar 2030 dapat tercapai, dengan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat. (*)
(faidh/satuhabar)
