Banjarbaru Genjot Pelayanan Publik dan PAD, Sekda Tekankan Layanan Humanis Bebas Pungli

Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, saat memimpin jalannya rakor di Aula Gawi Sabarataan - (Dok. Istimewa/Borneotrend)


SATUHABAR.COM, KALSEL - BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru terus mendorong perbaikan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kemandirian daerah melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Komitmen itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pimpinan Perangkat Daerah yang digelar di Aula Gawi Sabarataan, Senin (6/4/2026).

Rakor dipimpin Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, yang menekankan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus berjalan tanpa hambatan dan mengedepankan pendekatan yang lebih humanis.

Menurutnya, pelayanan publik bukan sekadar urusan administratif, tetapi juga menyangkut bagaimana masyarakat merasa dihargai dan dilayani dengan baik. Karena itu, ia mendorong penerapan budaya 3S—Senyum, Salam, dan Sapa—di seluruh unit layanan.

“Pelayanan yang baik dimulai dari sikap. Masyarakat harus disambut dengan ramah, dilayani cepat, dan diberikan kepastian,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan petugas di garda terdepan pelayanan. Respons cepat dan kehadiran yang sigap dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Di sisi lain, isu pungutan liar (pungli) menjadi perhatian serius. Pemerintah Kota Banjarbaru, tegasnya, tidak akan memberi ruang bagi praktik yang merugikan masyarakat tersebut.

“Pengawasan akan terus kita perketat. Semua proses layanan harus transparan dan bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Sirajoni.

Tak hanya fokus pada pelayanan, Rakor juga menyoroti pentingnya peningkatan PAD sebagai fondasi kekuatan fiskal daerah. Seluruh perangkat daerah diminta lebih kreatif dan inovatif dalam menggali potensi pendapatan.

“Kita tidak bisa terus bergantung. PAD harus menjadi tulang punggung pembangunan daerah,” katanya.

Menariknya, dalam upaya efisiensi, Sirajoni juga membuka ruang penerapan Work From Home (WFH), khususnya untuk menekan konsumsi energi listrik di lingkungan perkantoran.

“WFH bisa menjadi solusi efisiensi. Selain itu, budaya hemat energi juga harus mulai dibiasakan,” tambahnya.

Rakor ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi menjelang peringatan Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru. Seluruh perangkat daerah diminta berperan aktif menyukseskan setiap rangkaian kegiatan.

Selain pembahasan strategis, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi pencegahan kanker serviks sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah instansi juga menerima penghargaan atas kinerja pelayanan publik dari Ombudsman Republik Indonesia tahun 2025. Penghargaan diberikan kepada Dinas Sosial Kota Banjarbaru, RSD Idaman Banjarbaru, dan SMP Negeri 5 Banjarbaru.

Melalui Rakor ini, Pemkot Banjarbaru berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antar perangkat daerah, sehingga pelayanan publik semakin berkualitas, birokrasi tetap bersih, dan program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (*)


(yus/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama