Ibadah Paskah Berlangsung Khidmat, Jemaat Hayati Makna Kebangkitan Kristus

Jemaat  Gereja Ekklesia, memadati ruang ibadah dengan suasana penuh sukacita dan kekhusyukan, mengikuti ibadah, menghayati makna kebangkitan Yesus Kristus secara bersama-sama, Minggu (5/4/2026).


SATUHABAR.COM, KALTENG - Puruk Cahu - Perayaan Paskah di Kabupaten Murung Raya berlangsung penuh khidmat. Umat Kristiani dari berbagai denominasi berkumpul untuk mengikuti ibadah, menghayati makna kebangkitan Yesus Kristus secara bersama-sama, Minggu (5/4/2026).

Salah satu pusat ibadah terlihat di Puruk Cahu, tepatnya di Gereja Ekklesia, di mana jemaat memadati ruang ibadah dengan suasana penuh sukacita dan kekhusyukan.

Paskah sendiri merupakan perayaan penting bagi umat Kristiani di seluruh dunia. Momentum ini menandai kebangkitan Yesus Kristus dari kematian, yang dimaknai sebagai kemenangan atas dosa dan maut, sekaligus membawa harapan baru bagi umat manusia.

Dalam khotbahnya, Pdt. Handreas Paron mengajak jemaat untuk mensyukuri momen suci tersebut dengan hati yang penuh sukacita.

“Hari ini kita datang dengan hati yang penuh sukacita karena kita boleh kembali merayakan Paskah,” ujarnya di hadapan jemaat.

Tahun ini, tema nasional Paskah yang ditetapkan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) adalah “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”. Tema ini mengandung pesan mendalam agar umat Kristiani menjadikan kebangkitan Kristus sebagai kekuatan untuk memulihkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah berbagai tantangan zaman.

Lebih dari sekadar tradisi tahunan, Paskah diingatkan sebagai perayaan iman yang sarat makna spiritual. Kebangkitan Kristus menjadi simbol kemenangan yang menguatkan iman serta mendorong umat untuk hidup dalam kasih dan pengharapan.

Suasana sukacita semakin terasa dengan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-187 Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) yang turut digelar dalam kesempatan tersebut. Perayaan ditandai dengan pemotongan kue sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan jemaat.

Momentum ini tidak hanya mempererat tali persaudaraan antarjemaat, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga iman dan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari. (*)


(faidh/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama