| Annisa Kharisma saat membuat laporan dugaan peretasan akun Instagram dan penipuan yang mengatasnamakan dirinya di SPKT Polres Kotawaringin Timur, Sabtu (9/5/2026). |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Akun Instagram milik wartawan dan MC di Sampit, Annisa Kharisma, diduga diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab pada Jumat (8/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Akun yang sebelumnya digunakan untuk aktivitas pribadi dan pekerjaan itu kemudian diduga dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan aksi penipuan terhadap para pengikutnya.
Pelaku menggunakan akun yang telah dikuasai untuk menawarkan penjualan emas Antam dan iPhone dengan harga jauh di bawah pasaran. Penawaran tersebut disampaikan melalui unggahan dan pesan langsung dengan memanfaatkan nama, foto, serta identitas lengkap korban sehingga terlihat meyakinkan.
Hingga Sabtu (9/5/2026), sedikitnya dua orang dilaporkan menjadi korban. Total kerugian yang dialami keduanya diperkirakan mencapai Rp25 juta setelah mentransfer uang kepada pelaku.
Annisa menegaskan dirinya tidak pernah melakukan penjualan emas maupun telepon genggam melalui media sosial ataupun WhatsApp.
“Saya tidak pernah menjual emas ataupun handphone. Pelaku menggunakan nama, foto, dan akun saya untuk meyakinkan orang lain,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pelaku lebih dulu mengarahkan calon korban untuk menghubungi nomor WhatsApp yang dicantumkan dalam unggahan Instagram. Setelah komunikasi berlangsung, korban diminta mengikuti sejumlah instruksi, di antaranya menyukai beberapa unggahan dan mengirimkan tangkapan layar sebagai bukti.
Cara tersebut diduga dilakukan agar korban percaya bahwa akun tersebut masih dikelola langsung oleh pemilik aslinya.
Setelah korban merasa yakin, pelaku kemudian mengirimkan pesan yang menyatakan korban terpilih memperoleh penawaran khusus. Korban selanjutnya diminta segera melakukan transfer dengan alasan stok terbatas dan promo hanya berlaku dalam waktu singkat.
Untuk memperkuat tipu daya, pelaku juga diduga menggunakan foto nota dan bukti transaksi palsu agar penawaran tampak meyakinkan.
Tidak hanya itu, pelaku juga sempat mencoba mengakses akun iCloud milik Annisa yang menyimpan sejumlah data pekerjaan, dokumen pribadi, dan arsip video kegiatan profesionalnya. Upaya tersebut berhasil digagalkan setelah korban segera melakukan pemulihan email dan mengamankan kembali seluruh akses perangkat.
Atas kejadian tersebut, Annisa melaporkan dugaan peretasan dan penipuan itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kotawaringin Timur pada Sabtu (9/5/2026) pagi.
Ia berharap laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti agar tidak ada korban lain yang mengalami kerugian serupa.
Pada Sabtu malam, akun Instagram tersebut akhirnya berhasil dipulihkan setelah melalui proses verifikasi dari pihak Meta. Akses akun kini telah kembali berada di bawah kendali pemilik.
Meski demikian, Annisa mengimbau masyarakat tetap berhati-hati terhadap akun palsu, nomor WhatsApp, atau pesan lain yang mengatasnamakan dirinya.
“Alhamdulillah akun sudah kembali. Tetapi masyarakat tetap perlu waspada apabila ada pihak lain yang mengatasnamakan saya,” pungkasnya.(*)
(sal/satuhabar)