![]() |
| Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin lakukan ground breaking pembangunan pabrik amunisi PT Pindad di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. (Dok. Idntimes/Kemhan) |
SATUHABAR.COM, KALSEL - BATULICIN – Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi memulai pembangunan pabrik amunisi PT Pindad di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Fasilitas seluas sekitar 30 hektare tersebut menjadi pabrik amunisi pertama milik PT Pindad yang dibangun di luar Pulau Jawa.
Prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) dihadiri Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, serta pengusaha nasional Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam. Pembangunan pabrik ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kapasitas produksi amunisi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri.
Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, mengatakan kehadiran fasilitas produksi baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri dalam memenuhi kebutuhan amunisi sekaligus memperkuat daya saing industri strategis nasional.
“Pembangunan fasilitas produksi ini diharapkan semakin memperkuat kemampuan nasional dalam memenuhi kebutuhan pertahanan sekaligus meningkatkan daya saing industri strategis nasional,” ujar Sigit.
Menurutnya, pembangunan pabrik di Kalimantan Selatan merupakan langkah penting dalam mendukung visi pemerintah untuk mewujudkan industri pertahanan yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, PT Pindad diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih optimal terhadap kebutuhan operasional TNI.
![]() |
| Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Haji Isam lakukan ground breaking pembangunan pabrik munisi PT Pindad di Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. (Dok. Idntimes/Kemhan) |
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan proyek tersebut. Ia menegaskan pembangunan pabrik amunisi tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pertahanan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.
“Pabrik ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja dan mengembangkan sumber daya manusia,” kata Sjafrie.
Sementara itu, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Rico Sirait, menjelaskan bahwa pembangunan pabrik amunisi di Batulicin merupakan bagian dari kebijakan jangka panjang pemerintah untuk memperkuat kemandirian alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam), khususnya dalam pemenuhan kebutuhan amunisi TNI.
“Secara strategis, pembangunan ini bertujuan memperkuat kapasitas produksi munisi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri, serta meningkatkan kesiapan dukungan logistik pertahanan Indonesia,” ungkap Rico.
Ia menambahkan, pemilihan Batulicin sebagai lokasi pembangunan telah melalui berbagai pertimbangan teknis dan strategis. Selain didukung ketersediaan lahan dan infrastruktur, posisi Kalimantan Selatan dinilai sangat penting untuk mendukung distribusi logistik pertahanan ke berbagai wilayah Indonesia.
“Untuk Batulicin, berdasarkan informasi proyek, kawasan yang disiapkan sekitar kurang lebih 30 hektare,” jelasnya.
Rico juga mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas serupa tidak hanya dilakukan di Kalimantan Selatan. Pemerintah sebelumnya telah memulai proyek pembangunan pabrik amunisi di Papua Selatan sebagai bagian dari penguatan jaringan industri pertahanan nasional.
Dengan beroperasinya pabrik baru di Batulicin nantinya, PT Pindad akan memiliki tiga fasilitas produksi utama, melengkapi pabrik yang telah lebih dulu beroperasi di Bandung, Jawa Barat dan Turen, Malang. Keberadaan pabrik ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat industri pertahanan nasional yang modern, mandiri, dan berdaya saing tinggi di tingkat global. (*)
Sumber: idntimes.com

