Festival Tira Tangka Balang 2026 menjadi ruang bagi generasi muda Murung Raya untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerah sekaligus mengembangkan potensinya.
SATUHABAR.COM, KALTENG - Murung Raya - Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Fredrich Dominggus Yoga, mendorong generasi muda untuk lebih aktif mengenal dan melestarikan adat, seni, serta budaya yang menjadi identitas daerah.
Menurut Yoga, Festival Budaya Tira Tangka Balang (TTB) 2026 dapat menjadi wadah yang tepat untuk memperkenalkan warisan budaya kepada generasi penerus. Kegiatan tersebut juga dinilai mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah.
“Budaya harus terus dikenalkan kepada generasi muda. Mereka bukan hanya penerus pembangunan, tetapi juga penerus yang akan menjaga adat, seni dan tradisi yang kita miliki,” ujar Yoga saat menghadiri rangkaian Festival Budaya TTB di Alun-Alun Jorih Jerah.
Yoga menilai perkembangan teknologi dan semakin terbukanya akses terhadap budaya dari berbagai daerah tidak semestinya membuat generasi muda melupakan identitas lokal. Sebaliknya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan kekayaan budaya Murung Raya kepada masyarakat yang lebih luas.
“Perkembangan zaman tidak bisa kita hindari. Yang penting bagaimana kita tetap memegang identitas budaya sendiri. Teknologi justru bisa kita manfaatkan untuk mempromosikan budaya Murung Raya,” katanya.
Menurutnya, berbagai perlombaan dalam Festival TTB juga memiliki nilai edukasi karena menghadirkan permainan rakyat, olahraga tradisional, keterampilan, kuliner, hingga kesenian daerah. Keberagaman kegiatan tersebut dapat menjadi media pembelajaran yang menarik bagi generasi muda.
“Anak-anak muda harus diberi ruang untuk belajar sekaligus berkreasi. Dengan cara seperti ini, budaya tidak hanya menjadi cerita dari generasi sebelumnya, tetapi benar-benar mereka kenal dan praktikkan,” ujarnya.
Selain menjadi bagian dari upaya pelestarian, Yoga melihat budaya lokal memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai daya tarik pariwisata dan ekonomi kreatif. Berbagai tradisi dan kesenian khas Murung Raya, menurutnya, dapat dikemas secara menarik tanpa menghilangkan nilai yang terkandung di dalamnya.
Ia berharap Festival TTB dapat terus dikembangkan sehingga semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional. Promosi dan pengemasan yang baik dinilai dapat membuka peluang bagi pengembangan pariwisata sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Kalau kita mampu mengemas dan mempromosikannya dengan baik, budaya bisa menjadi salah satu kekuatan daerah. Bukan hanya menjaga identitas, tetapi juga membuka peluang bagi pariwisata dan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Yoga turut mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Murung Raya, panitia, peserta, serta masyarakat yang berpartisipasi dalam Festival Budaya TTB 2026. Ia berharap semangat melestarikan budaya terus berlanjut meskipun festival telah selesai digelar.
“Budaya ini milik kita bersama. Mari kita jaga dan wariskan kepada generasi berikutnya agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Murung Raya,” pungkas Yoga.(*)
(sal/satuhabar)