Alkon dan Peralatan Pemadam Langka, BPBD Kotim Cari Stok hingga Luar Daerah

Kepala BPBD Kotim Imam Subekti menyampaikan kondisi ketersediaan sarana dan prasarana pemadaman karhutla usai rapat evaluasi, Selasa (29/9/2026).



SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BPBD Kotim, Imam Subekti, mengatakan kebutuhan seperti Alkon, selang, nozzle dan perlengkapan pemadaman lainnya cukup sulit diperoleh karena tingginya permintaan dari berbagai daerah yang juga sedang menangani karhutla.

Menurutnya, BPBD Kotim telah berkoordinasi dengan sejumlah rekanan dan mencari peralatan melalui toko maupun secara daring. Namun, barang yang sebelumnya diinformasikan tersedia sering kali sudah dibeli pihak lain ketika hendak diperoleh.

“Semua kabupaten dan kota yang menangani karhutla sedang memesan barang yang sama,” kata Imam, Selasa (29/9/2026).

Pencarian peralatan bahkan dilakukan hingga sejumlah daerah di luar Kotim, seperti Banjarmasin, Surabaya dan Jakarta. Namun, tantangannya bukan hanya menemukan barang, melainkan memastikan barang tersebut masih tersedia dan dapat segera dikirim.

Kondisi itu membuat BPBD harus mengatur distribusi peralatan yang ada secara selektif. Sarana yang tersedia didistribusikan kepada kecamatan, masyarakat peduli api (MPA), organisasi perangkat daerah (OPD) dan tim relawan yang membutuhkan.

Untuk Alkon, stok yang dimiliki BPBD juga terus berkurang karena sebagian telah disalurkan ke sejumlah wilayah untuk mendukung pemadaman.

Imam menyebut pada saat laporan disampaikan, stok Alkon yang tersisa sangat terbatas. BPBD berharap ada tambahan barang yang masuk dalam waktu dekat.

Selain Alkon, BPBD juga telah memperoleh pengadaan 31 unit peralatan baru yang langsung didistribusikan untuk mendukung penanganan karhutla. Sementara kebutuhan selang juga terus dipenuhi secara bertahap.

Imam mengatakan BPBD tetap berupaya mendapatkan tambahan peralatan meskipun kondisi pasar masih terbatas.

Keterbatasan sarana tersebut menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena penanganan karhutla membutuhkan dukungan peralatan yang memadai, terutama untuk lokasi yang jauh dari sumber air.

(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama