![]() |
| Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menerima topi hasil kerajinan rotan warga Desa Lubuk Bunter dan mendorong pengembangannya menjadi produk unggulan serta suvenir khas daerah. |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Kerajinan topi berbahan rotan dari Desa Lubuk Bunter, Kabupaten Kotawaringin Timur, mendapat perhatian Bupati Halikinnor. Produk kerajinan lokal tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi sumber penghasilan masyarakat sekaligus suvenir khas daerah.
Perhatian itu muncul setelah Halikinnor menerima sebuah topi rotan hasil kerajinan warga Desa Lubuk Bunter. Ia mengaku terkejut sekaligus mengapresiasi hasil karya tersebut karena memiliki pengerjaan yang halus dan tampilan menarik.
Menurutnya, keterampilan mengolah rotan menjadi produk bernilai jual perlu dikembangkan dan ditularkan kepada masyarakat lainnya. Terlebih, bahan baku rotan cukup banyak tersedia di daerah setempat.
Halikinnor menilai kerajinan tersebut masih dapat dikembangkan melalui inovasi desain dan variasi motif agar memiliki daya tarik lebih luas. Dengan pengembangan yang tepat, produk itu berpotensi menjadi salah satu usaha kreatif masyarakat.
Ia juga membuka peluang agar Dinas Koperasi dan UMKM memberikan pendampingan kepada perajin, mulai dari pengembangan desain hingga pemasaran produk.
Bahkan, Halikinnor membayangkan topi rotan tersebut dapat dipasarkan sebagai suvenir khas Sampit, salah satunya melalui gerai oleh-oleh di kawasan bandara.
Produk itu dapat dibuat dengan beragam model dan identitas daerah, sehingga wisatawan maupun penumpang yang berkunjung atau berangkat dari Sampit memiliki pilihan buah tangan khas berbahan rotan lokal.
“Kalau desainnya bagus dan dikembangkan dengan beberapa model, ini bisa menjadi suvenir. Orang yang datang ke Sampit bisa membeli topi rotan sebagai oleh-oleh dari daerah kita,” ujarnya.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur
