![]() |
| Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Kalteng, Herson B. Aden |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan komitmennya memperkuat transformasi ekonomi daerah menuju green economy melalui hilirisasi industri, peningkatan nilai tambah sumber daya alam, serta penguatan sektor pertanian dan UMKM.
Hal ini disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Provinsi Kalteng, Herson B. Aden, dalam Rapat Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto (Rakonreg PDRB) 2025 di Aula Bapperida Provinsi Kalteng, Selasa (11/11/2025).
“Transformasi menuju ekonomi hijau adalah keharusan, bukan pilihan. Kita tidak hanya bicara pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan dan pemerataan kesejahteraan,” ujar Herson.
Ia menjelaskan, kinerja ekonomi Kalteng terus menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi daerah meningkat dari 4,14 persen pada 2023 menjadi 5,36 persen pada triwulan III tahun 2025, dengan target mencapai 5,6 persen di tahun depan.
Menurut Herson, arah kebijakan pembangunan Kalteng ke depan difokuskan pada hilirisasi industri berbasis sumber daya lokal, peningkatan produktivitas pertanian, perdagangan rakyat, dan pembentukan kawasan ekonomi terpadu di berbagai kabupaten/kota.
“Dengan hilirisasi dan penguatan UMKM, kita ingin membuka lapangan kerja baru, meningkatkan daya saing, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.
Rakonreg PDRB 2025 juga menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor dan daerah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dari Bappenas, BPS, Kementerian Perindustrian, Bank Indonesia, serta akademisi Universitas Palangka Raya. Forum tersebut menandai kerja sama antara Pemprov Kalteng dan BPS dalam penguatan data dan informasi statistik pembangunan daerah. (*)
(dho/satuhabar)
