![]() |
| Foto Ilustrasi |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Palangka Raya - Harapan warga Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), untuk menikmati pasokan listrik yang stabil mulai terlihat nyata. PT PLN menargetkan penguatan jaringan listrik di wilayah tersebut selesai dan beroperasi pada pertengahan tahun 2026.
Camat Pulau Hanaut Fahrujiansyah mengungkapkan, proyek penguatan listrik akan dilakukan dengan membangun tower jaringan baru dari arah Bagendang, yang nantinya menggantikan jalur lama dari Seranau. Selama ini, jaringan lama tersebut menjadi sumber utama gangguan pasokan listrik di Pulau Hanaut.
“PLN menyampaikan bahwa target penyelesaiannya pertengahan 2026. Bahkan, jika pembangunan tower sudah dimulai, proses pengerjaannya diperkirakan hanya sekitar tiga bulan,” kata Fahrujiansyah, Sabtu (13/12/2025).
Ia menyebutkan, persoalan listrik telah lama menjadi keluhan paling dominan masyarakat Pulau Hanaut. Gangguan yang terjadi bukan hanya pemadaman singkat, tetapi kerap berlangsung dalam waktu lama.
“Pemadaman bisa terjadi hingga berminggu-minggu. Dalam kondisi tertentu, listrik padam sampai 21 hari,” ungkapnya.
Kondisi geografis menjadi tantangan tersendiri. Jalur jaringan lama dari Seranau melintasi kawasan hutan yang lebat, sehingga menyulitkan petugas PLN saat melakukan pengecekan dan perbaikan, terutama ketika cuaca buruk.
“Petugas sering kesulitan menemukan titik gangguan karena medan yang berat, apalagi saat hujan dan angin kencang atau ketika ada pohon tumbang,” jelasnya.
Selain sering padam, warga juga mengeluhkan tegangan listrik yang rendah, hanya berkisar antara 160 hingga 165 volt. Dampaknya, banyak peralatan elektronik tidak berfungsi optimal.
“AC tidak maksimal, kulkas sering mati sendiri. Ini sangat mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat,” ujarnya.
Fahrujiansyah menilai, jaringan lama sudah tidak lagi memadai untuk menjangkau Pulau Hanaut. Oleh karena itu, jaringan baru yang menghubungkan Bagendang–Pulau Lepeh–Desa Hanaut dinilai sebagai solusi jangka panjang yang lebih andal.
“Setelah jaringan baru beroperasi, suplai listrik tidak lagi bergantung pada Seranau. Ke depan, jaringan ini juga akan diperluas hingga Desa Hantipan, Mendawai, bahkan menuju wilayah Katingan,” terangnya.
Di sisi lain, pihak kecamatan terus mendorong agar desa dan dusun yang hingga kini belum menikmati listrik dapat segera teraliri. Beberapa wilayah yang masih menunggu akses listrik di antaranya Dusun Andi Londo, Dusun Gerombol, Desa Bantian, dan Handil Mawar.
Dengan rencana penguatan jaringan ini, pemerintah kecamatan berharap permasalahan listrik yang selama bertahun-tahun membebani masyarakat Pulau Hanaut dapat segera teratasi secara permanen. (*)
(sal/satuhabar)
