![]() |
| Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya (Mura), Rejikinoor |
SATUHABAR.COM, KALTENG -Puruk Cahu - Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya (Mura), Rejikinoor, mengimbau masyarakat yang akan berangkat mengikuti pengajian rutin 5 Rajab sekaligus Haul KH Muhammad Zaini bin Abdul Ghani (Guru Sekumpul) di Martapura, Kalimantan Selatan, agar selalu mengutamakan faktor keselamatan selama perjalanan.
Rejikinoor berharap seluruh jamaah asal Murung Raya yang menghadiri haul pada 28 Desember 2025 dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke daerah asal dalam keadaan sehat serta selamat.
“Kami mendoakan agar seluruh jamaah dari Murung Raya diberikan perlindungan selama perjalanan, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke rumah masing-masing. Semoga semua berjalan aman dan membawa keberkahan,” ujar Rejikinoor, Sabtu (27/12/2025).
Ia mengingatkan, tingginya mobilitas masyarakat saat pelaksanaan haul membutuhkan kewaspadaan ekstra, baik dari sisi perjalanan maupun keamanan lingkungan yang ditinggalkan. Rejikinoor meminta warga memastikan kondisi rumah benar-benar aman sebelum bepergian.
“Pastikan pintu dan jendela terkunci dengan baik, serta titipkan rumah kepada tetangga atau kerabat yang tidak ikut berangkat, agar keamanan tetap terjaga,” katanya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memeriksa peralatan rumah tangga, terutama yang berkaitan dengan listrik dan gas, guna menghindari potensi bahaya.
“Peralatan seperti kompor, terminal listrik, dan alat elektronik sebaiknya dicabut atau dimatikan sebelum ditinggal. Langkah sederhana ini penting untuk mencegah risiko kebakaran,” tambahnya.
Selama perjalanan menuju Martapura, Rejikinoor mengimbau para jamaah untuk saling menjaga, terutama terhadap anak-anak dan lanjut usia, serta berhati-hati terhadap barang bawaan.
“Jaga kekompakan, saling mengingatkan, dan utamakan keselamatan di jalan. Jangan memaksakan diri jika kondisi tubuh tidak memungkinkan,” pesannya.
Menutup imbauannya, Rejikinoor berharap pelaksanaan Haul Akbar Guru Sekumpul tahun ini berjalan khidmat dan tertib, serta menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keimanan dan kebersamaan di tengah masyarakat. (*)
(faidh/satuhabar)
