Genangan Tersisa di Sejumlah Desa, BPBD Banjar Perkuat Pemantauan Banjir

Salah satu wilayah di Kabupaten Banjar yang sebelumnya terdampak banjir kini berangsur surut. Aktivitas warga mulai kembali berjalan normal seiring penurunan debit air.


SATUHABAR.COM, KALSEL - Banjar - Kondisi banjir di Kabupaten Banjar menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa hari terakhir. Debit air di sejumlah wilayah dilaporkan terus menurun, meski BPBD setempat memastikan bahwa penanganan dan pemantauan tetap dilakukan karena genangan belum sepenuhnya hilang di semua lokasi.

Data terbaru BPBD Kabupaten Banjar mencatat masih terdapat 17 desa di empat kecamatan yang terdampak banjir hingga Jumat sore (30/1/2026). Dari keseluruhan wilayah tersebut, sebagian besar rumah warga sudah kering, namun 121 bangunan masih berada dalam kondisi terendam.

Secara keseluruhan, banjir berdampak pada lebih dari dua ribu rumah dengan jumlah warga terdampak mencapai sekitar 6.400 jiwa atau 2.340 kepala keluarga. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada lagi warga yang bertahan di tempat pengungsian karena air telah berangsur surut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, mengatakan fokus saat ini tidak hanya pada pendataan, tetapi juga pengawasan kondisi lapangan, khususnya di wilayah yang rawan kembali tergenang.

“Situasi terus kami pantau. Walaupun air menurun, potensi hujan masih ada sehingga kewaspadaan tetap diperlukan,” katanya.

Dampak banjir tidak hanya dirasakan oleh rumah tangga warga, tetapi juga menyentuh fasilitas layanan publik. Sejumlah sekolah, tempat ibadah, kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, jembatan, hingga lahan pertanian dan perkebunan mengalami genangan dengan luasan mencapai ribuan hektare.

Kelompok masyarakat yang tergolong rentan juga tercatat terdampak, di antaranya ibu hamil, bayi, balita, anak-anak, lanjut usia, serta penyandang disabilitas. BPBD memastikan kelompok ini menjadi perhatian utama dalam proses pemantauan dan pemulihan pascabanjir.

Adapun wilayah yang hingga kini masih terpantau memiliki genangan meliputi beberapa desa di Kecamatan Sungai Tabuk dan Cintapuri Darussalam, serta masing-masing satu desa di Kecamatan Martapura Barat dan Martapura Timur. Kecamatan lainnya dilaporkan telah berada dalam kondisi aman.

Dalam pelaksanaan tugas di lapangan, BPBD Banjar berkoordinasi dengan TNI, Polri, relawan kebencanaan, serta pemerintah kecamatan dan desa. Pemantauan dilakukan melalui berbagai sarana, mulai dari laporan langsung petugas, sistem peringatan dini, hingga komunikasi lintas instansi.

Sementara itu, hasil pemantauan tinggi muka air sungai menunjukkan Sungai Martapura berada pada level siaga, Sungai Riam Kanan dalam status waspada, dan Sungai Riam Kiwa masih normal. Kondisi cuaca terpantau berawan, dengan peringatan potensi hujan disertai petir dan angin kencang di wilayah Paramasan pada sore hari.

BPBD Kabupaten Banjar mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan potensi bahaya, meskipun kondisi air saat ini cenderung menurun. Warga diminta segera melapor apabila melihat tanda-tanda kenaikan debit air atau potensi bencana lainnya.

“Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas. Kewaspadaan harus dijaga sampai kondisi benar-benar aman,” pungkas Wasis Nugraha. (*)


(faidh/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama