Pemerintah Kotim Buka Peluang Maskapai Baru di Bandara H. Asan Sampit

Audiensi Pemkab Kotim bersama Lion Air Group membahas peluang pengoperasian penerbangan baru di Bandara H. Asan Sampit, Kamis (29/1/2026).


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur mulai serius menata ulang layanan penerbangan di daerahnya. Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah membuka pintu bagi maskapai baru untuk beroperasi di Bandara H. Asan Sampit guna memperluas akses udara dari dan menuju wilayah ini.

Upaya tersebut mengemuka setelah adanya pertemuan antara jajaran Pemkab Kotim dan manajemen Lion Air Group pada Kamis (29/1/2026). Pertemuan itu difokuskan pada penjajakan awal kemungkinan pengoperasian armada Lion Air Group di Sampit.

Asisten II Setda Kotim, Rody Kamislam, menjelaskan bahwa pihak maskapai terlebih dahulu melakukan kajian pasar sebelum membuka rute. Untuk tahap awal, pesawat yang dipertimbangkan adalah jenis baling-baling ATR 72 yang dinilai sesuai dengan karakteristik bandara dan kebutuhan penerbangan regional.

“Pendekatannya bertahap. Maskapai ingin melihat potensi riil di lapangan sebelum memutuskan pengoperasian pesawat yang lebih besar,” kata Rody.

Selain penerbangan antardaerah, pemerintah daerah juga menyampaikan kebutuhan akan rute jarak jauh yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat. Penerbangan langsung ke kota-kota besar dinilai penting untuk mendukung aktivitas ekonomi, pemerintahan, dan mobilitas warga.

Menurut Rody, peluang penggunaan pesawat jet tetap terbuka apabila hasil kajian pasar dan kesiapan bandara dinilai memadai. Oleh karena itu, Pemkab Kotim menyatakan siap menyesuaikan fasilitas bandara sesuai standar keselamatan penerbangan.

“Kita tidak menutup kemungkinan untuk pesawat bermesin jet. Namun semua harus berdasarkan rekomendasi teknis dan faktor keselamatan,” ujarnya.

Sebagai bagian dari proses penjajakan, Lion Air Group juga melakukan pertemuan dengan berbagai pihak di Sampit. Mulai dari pelaku usaha, penyedia jasa perjalanan, hingga melihat potensi pengiriman barang dan penerbangan ibadah yang dinilai cukup menjanjikan.

Dari sisi infrastruktur, Bandara H. Asan Sampit saat ini memiliki landasan pacu sepanjang 2.060 meter. Pemerintah daerah tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait peluang pengembangan runway dan penataan area sekitar bandara guna mendukung operasional pesawat yang lebih besar.

Pemkab Kotim menilai kehadiran maskapai tambahan akan memberikan pilihan penerbangan yang lebih variatif bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Sampit sebagai simpul transportasi udara di wilayah Kalimantan Tengah.

Saat ini, penerbangan reguler di Bandara H. Asan Sampit masih dilayani oleh NAM Air dengan rute menuju Jakarta, Semarang, dan Surabaya menggunakan pesawat Boeing 737-500. (*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama