![]() |
| Susana pengunjung Sampit Expo pada malam penutupan, Rabu (14/1/2026) |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Gelaran Sampit Expo 2026 di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mencatat capaian ekonomi yang menggembirakan. Selama sepekan pelaksanaan, perputaran uang dalam ajang tersebut menembus angka Rp8 miliar.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DiskopUKMPerindag) Kotim, Johny Tangkere, mengatakan total transaksi ekonomi selama expo berlangsung berada di kisaran Rp7 hingga Rp8 miliar, sesuai dengan target yang telah ditetapkan sejak awal.
“Kami mencatat adanya peningkatan jumlah peserta dan pengunjung pada Sampit Expo tahun ini. Total transaksi ekonomi mencapai sekitar 7 sampai 8 miliar rupiah, dan itu sesuai target awal,” ujar Johny saat ditemui di Sampit, Rabu (14/1/2026).
Ia menyampaikan hal tersebut pada acara penutupan Sampit Expo 2026 yang dirangkaikan dengan penutupan Gelora Kriya Dekranasda Kotim serta Festival Budaya Habaring Hurung 2026 di kawasan Stadion 29 Nopember Sampit.
Johny menjelaskan, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, khususnya para pelaku usaha, UMKM, serta mitra dagang yang terlibat selama kegiatan berlangsung. Expo dinilai tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan daerah, tetapi juga ruang kolaborasi, inovasi, dan pertukaran ide antar pelaku ekonomi.
Antusiasme masyarakat juga disebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Selama pelaksanaan dari 7 hingga 14 Januari 2026, total kunjungan tercatat mencapai sekitar 44.000 orang, dengan rata-rata 5.500 pengunjung setiap harinya.
“Ramainya pengunjung berperan besar dalam mendongkrak perputaran uang sekaligus menciptakan peluang kerja selama kegiatan berlangsung,” katanya.
Selain mendorong aktivitas ekonomi, Sampit Expo 2026 juga memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan daerah. Dari retribusi parkir, sewa lahan, sewa tenda bazar, hingga penggunaan daya listrik peserta, pemerintah daerah mencatat pemasukan sekitar Rp65 juta.
Dalam rangkaian kegiatan expo, pemerintah daerah bekerja sama dengan Bulog Kotim turut menggelar operasi pasar murah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Sebanyak 1.000 paket sembako yang berisi beras, gula, minyak goreng, dan susu kental manis telah disalurkan melalui sinergi Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, dan Bulog,” ungkap Johny.
Kemeriahan expo juga diperkuat dengan pelaksanaan Festival Budaya Habaring Hurung yang menampilkan 17 atraksi kesenian serta berbagai lomba kerajinan tangan. Sementara itu, Pameran Gelora Kriya Dekranasda menghadirkan kompetisi kreatif seperti lomba menjawet, ecoprint, hingga lomba mewarnai yang diikuti peserta dari berbagai kecamatan dan sekolah.
“Ke depan, kami berharap kualitas penyelenggaraan Sampit Expo terus ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (*)
(sal/satuhabar)
