SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Kepolisian akhirnya memastikan penyebab meninggalnya seorang anak perempuan berusia 12 tahun di objek wisata Alam Danau Salju, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat berlibur bersama keluarga.
Kapolsek Ketapang AKP Anis mengatakan, hasil penanganan dan pemeriksaan awal menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut merupakan kecelakaan murni tanpa adanya unsur kekerasan maupun tindak pidana.
“Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, korban meninggal dunia akibat tenggelam,” ujar AKP Anis saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di kawasan wisata Danau Salju yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Km 6, Sampit. Korban diketahui bernama Angel (12), seorang pelajar yang berdomisili di Kelurahan Baamang Barat, Kecamatan Baamang.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun polisi, sebelum dilaporkan hilang, korban sempat bermain air di sekitar tepi danau. Namun setelah beberapa saat, korban tidak lagi terlihat berada di lokasi tersebut.
“Korban sebelumnya bermain air, lalu tidak berada di tempat semula. Diduga korban terlepas dari pengawasan orang tua,” jelas AKP Anis.
Keluarga korban bersama pengelola wisata sempat melakukan pencarian di area sekitar danau. Karena korban belum ditemukan, pihak pengelola kemudian menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim untuk membantu pencarian di dalam perairan.
Setelah dilakukan penyelaman selama kurang lebih satu jam, korban akhirnya ditemukan di dalam danau dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Saat ditemukan, kondisi korban sudah lemas dengan tubuh pucat dan membiru,” kata AKP Anis.
Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Namun pihak rumah sakit menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di fasilitas kesehatan.
Pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan sejumlah saksi, serta melakukan pengumpulan bahan keterangan di rumah sakit sebagai bagian dari penanganan peristiwa tersebut.
AKP Anis menambahkan, pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.
Sebagai penutup, kepolisian mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berwisata, khususnya di kawasan wisata air yang memiliki risiko keselamatan.
“Kami mengingatkan orang tua untuk selalu mengawasi anak-anaknya secara ketat ketika berada di lokasi wisata air,” pungkasnya. (*)
(sal/satuhabar)
