Program Makan Bergizi Gratis Mulai Menjangkau Puluhan Sekolah di Kotim

Foto Ilustrasi


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Kotawaringin Timur terus berjalan dan kini telah diterapkan di puluhan sekolah dari berbagai jenjang pendidikan. Program nasional ini menyasar peserta didik sejak pendidikan anak usia dini hingga tingkat menengah atas.

Berdasarkan data Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melalui koordinasi wilayah SPPI, tercatat sebanyak 39 satuan pendidikan telah menjadi bagian dari implementasi awal program tersebut. Pemberian makanan bergizi dilakukan selama kegiatan belajar mengajar berlangsung guna menunjang kebutuhan nutrisi siswa di sekolah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kotim, Yolanda Lonita Fenisia, menyebut program ini berperan penting dalam mendukung kesiapan fisik dan konsentrasi peserta didik saat mengikuti pelajaran.

“Asupan gizi yang baik sangat berpengaruh pada daya tahan tubuh dan fokus belajar anak. Program ini memberi dampak positif bagi proses pembelajaran,” ujarnya, Senin 

Ia menambahkan, manfaat MBG tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga membantu orang tua dalam meringankan beban pengeluaran harian, khususnya untuk kebutuhan makan anak selama di sekolah.

Ke depan, Disdik Kotim berharap cakupan penerima program dapat diperluas secara bertahap setelah melalui evaluasi pelaksanaan, sehingga semakin banyak sekolah dan siswa yang merasakan manfaatnya.

Dari sisi kesehatan, Ahli Gizi RSUD dr Murjani Sampit, Tri Aprianto, menjelaskan bahwa menu makanan dalam program MBG disusun berdasarkan prinsip gizi seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan usia peserta didik.

“Komposisi makanan telah dihitung agar mampu menunjang pertumbuhan, aktivitas fisik, serta kebutuhan energi anak selama menjalani aktivitas belajar,” jelasnya.

Meski demikian, Tri menekankan bahwa keberadaan MBG tidak dimaksudkan untuk menggantikan kebiasaan makan pagi di rumah. Sarapan tetap menjadi bagian penting dalam pola makan harian anak.

“Program ini sebagai tambahan. Peran keluarga tetap diperlukan untuk membiasakan anak mengonsumsi makanan sehat sejak pagi,” pungkasnya.(*)


(sal/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama