![]() |
| Musrenbang Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menghimpun 480 usulan pembangunan untuk RKPD 2027. |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2027 tingkat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menghimpun 480 usulan pembangunan yang berasal dari desa dan kelurahan di wilayah tersebut. Mayoritas usulan masih berkutat pada persoalan infrastruktur dasar.
Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, mengatakan bahwa dari total 580 usulan awal, dilakukan penyaringan untuk menyesuaikan kebutuhan paling mendesak dan realistis. Hasilnya, 480 usulan ditetapkan untuk dibawa ke Musrenbang tingkat kabupaten.
“Sekitar 80 persen usulan didominasi infrastruktur, seperti jalan, drainase, dan jembatan. Ini menunjukkan kebutuhan dasar masyarakat masih sangat kuat,” ujarnya di Sampit, Kamis.
Salah satu perhatian utama adalah jembatan penghubung Desa Telaga Baru dan Desa Pelangsian yang kondisinya memprihatinkan. Jembatan berbahan kayu ulin tersebut diperkirakan telah berusia 60 hingga 70 tahun dan kini sulit dilalui, bahkan oleh kendaraan roda dua.
“Materialnya sudah sangat tua. Kami berharap ada perhatian serius agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” kata Irpansyah.
Selain itu, Jembatan Sei Mentawa kembali menjadi usulan prioritas. Jembatan tersebut disebut sudah berulang kali diusulkan namun belum juga terealisasi. Pemerintah kecamatan berharap pemerataan pembangunan dapat menyentuh kawasan permukiman lama di sepanjang bantaran sungai yang selama ini dinilai tertinggal.
Di sektor pendidikan, keterbatasan meja, kursi, dan ruang kelas masih menjadi persoalan di sejumlah sekolah dasar. Tingginya minat masyarakat menyekolahkan anak serta kebijakan maksimal 28 siswa per kelas membuat kebutuhan sarana belajar semakin mendesak.
Sementara di bidang kesehatan, rencana pembangunan Puskesmas keempat di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang menjadi target penting pada tahun 2026–2027. Saat ini, Puskesmas Ketapang II harus melayani enam desa dan dua kelurahan dengan jumlah tenaga medis yang terbatas.
“Kami sudah menyiapkan lahan di Desa Eka Bahurui, bersebelahan dengan Pos Damkar, untuk pembangunan puskesmas baru,” jelas Irpansyah.
Mewakili Bupati Kotim, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kotim, Rody Kamislam, menyampaikan bahwa ratusan usulan tersebut masih akan melalui tahapan seleksi lanjutan di tingkat kabupaten.
“Usulan dari kecamatan akan kembali dipilah dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah tahun 2027. Tidak semua bisa terakomodasi, tetapi yang menjadi prioritas utama akan diupayakan,” tegasnya.
Rody menambahkan, realisasi pembangunan sangat bergantung pada kekuatan APBD, sehingga pemerintah kecamatan diminta lebih aktif menggali pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
“Optimalisasi pajak di tingkat bawah sangat menentukan ruang fiskal daerah. Jika PAD meningkat, otomatis peluang pembiayaan pembangunan juga semakin besar,” ujarnya.
Ia berharap, dengan sinkronisasi antara aspirasi masyarakat dan peningkatan pendapatan daerah, pembangunan di Kotim pada 2027 dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur
