![]() |
| Anggota DPRD Kabupaten Kotim, Rinie Anderson. |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rinie Anderson, menyoroti lemahnya koordinasi antara Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Ia menilai, pembongkaran jalan yang kerap dilakukan tanpa perencanaan bersama berpotensi menimbulkan pemborosan anggaran daerah.
Menurut Rinie, DPRD menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait aktivitas pembongkaran jalan oleh PDAM di ruas jalan yang kondisinya masih baik. Padahal, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, setiap pekerjaan seharusnya direncanakan secara matang agar tidak menimbulkan biaya tambahan yang tidak perlu.
“Kalau jalannya masih bagus, seharusnya PDAM melihat kondisi dulu dan berkoordinasi dengan PU. Anggaran perbaikan jalan itu besar, sangat disayangkan kalau harus dibongkar kembali,” ujar Rinie, Rabu (4/2/2026).
Ia menilai persoalan tersebut bukan kejadian baru, melainkan sudah berulang di beberapa titik. Hal itu, menurutnya, menunjukkan masih minimnya komunikasi lintas instansi, khususnya antara PDAM dan PU.
“Kalau koordinasinya berjalan dengan baik, kejadian seperti ini tidak akan terulang. Faktanya, bukan hanya satu lokasi, tapi sudah beberapa jalan yang selesai diperbaiki kemudian dibongkar lagi,” tegasnya.
Rinie mencontohkan pekerjaan PDAM di sejumlah ruas jalan utama, termasuk kawasan Jalan S. Parman, yang dinilai memiliki dampak besar terhadap aktivitas dan mobilitas masyarakat. Ia menekankan bahwa pekerjaan utilitas di kawasan strategis semestinya menjadi perhatian serius semua pihak.
DPRD, lanjut Rinie, telah berulang kali mengingatkan agar PDAM tidak hanya berkoordinasi dengan PU, tetapi juga dengan perangkat wilayah seperti RT, lurah, dan camat sebelum memulai pekerjaan.
“Minimal koordinasi dengan RT dan lurah setempat, apalagi dengan PU. Jangan sampai jalan yang sudah diperbaiki dengan biaya besar menjadi sia-sia karena dibongkar kembali,” katanya.
Ia menegaskan, kondisi ini semakin krusial karena pemerintah daerah saat ini sedang menerapkan efisiensi anggaran. Oleh sebab itu, setiap penggunaan anggaran harus benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Sekarang kita sedang efisiensi. Jangan sampai anggaran besar sudah dikeluarkan untuk perbaikan jalan, lalu harus keluar biaya lagi karena dibongkar,” ujarnya.
Dalam konteks Musrenbang RKPD, Rinie menyampaikan bahwa DPRD dan pemerintah daerah telah menyepakati fokus pembangunan ke depan tetap pada sektor pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat. Aspirasi warga, menurutnya, harus diselaraskan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Seperti yang disampaikan Pak Abdul Kadir mewakili Ketua DPRD, prioritas kita jelas pendidikan dan kesehatan. Dengan anggaran yang diefisienkan, kegiatan harus benar-benar disesuaikan dengan kemampuan daerah,” ucapnya.
Terkait kondisi infrastruktur di Kecamatan Baamang, Rinie mengakui banyak ruas jalan yang sudah diperbaiki dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Meski demikian, masih terdapat kerusakan ringan di beberapa titik.
“Di Baamang sudah banyak perubahan. Kerusakan masih ada, tapi kecil-kecil dan biasanya PU langsung turun karena ada dana rutin perawatan,” jelasnya.
Namun, ia kembali menekankan pentingnya komunikasi antara PU dan PDAM agar jalan yang sudah diperbaiki tidak kembali rusak akibat pekerjaan utilitas.
“Supaya jalan yang sudah bagus tidak rusak lagi, komunikasi PU dan PDAM itu harus benar-benar jalan,” tegasnya.
Selain persoalan jalan, Rinie juga menyoroti masih adanya genangan air di beberapa ruas jalan di Baamang, seperti Jalan Jaya Wijaya, saat hujan turun. Ia menduga persoalan tersebut berkaitan dengan lambatnya sistem drainase menyerap air.
“Nanti kita bersama camat akan cek langsung ke lapangan. Kemungkinan masalahnya di drainase, meskipun kondisi jalannya sudah cukup baik,” ungkapnya.
Ia memastikan persoalan tersebut akan diteruskan ke dinas teknis terkait, seperti Dinas PU dan Cipta Karya, agar dapat ditangani sesuai kajian teknis.
“Kita akan sampaikan ke PU dan Cipta Karya. Harapannya, jalan yang sudah bagus juga didukung sistem drainase yang baik,” pungkas Rinie.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur
