![]() |
| Hasil tangkapan ikan nelayan pesisir wilayah Kalimantan Selatan. (Dok. Kanalkalimantan) |
SATUHABAR.COM, KALSEL – Banjarmasin - Warga yang bermukim di wilayah pesisir dan sepanjang muara Sungai Barito diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi banjir rob yang diperkirakan berlangsung hingga 6 Februari 2026. Fenomena pasang air laut ini berisiko menimbulkan genangan di kawasan permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pasang air laut di perairan Kotabaru diprediksi mencapai ketinggian maksimum hingga 2,8 meter. Sementara itu, di kawasan muara Sungai Barito, tinggi muka air diperkirakan menembus 2,6 meter, kondisi yang berpotensi memicu limpasan ke daerah bantaran sungai.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Ota Welly Jenni Thalo, menyampaikan bahwa potensi rob kali ini dipengaruhi oleh kombinasi pasang maksimum air laut dan dinamika cuaca ekstrem, termasuk pengaruh siklon tropis di sekitar perairan Indonesia.
“Warga di wilayah pesisir dan sepanjang muara Sungai Barito diimbau untuk tetap waspada, terutama saat puncak pasang. Potensi rob masih terjadi hingga 6 Februari,” ujarnya kepada RRI Banjarmasin, Rabu (4/2/2026).
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir rob, hingga gangguan transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
“Perlu diantisipasi dampak lanjutan seperti genangan dan kenaikan air sungai, terutama di kawasan bantaran sungai, karena rob terjadi bersamaan dengan cuaca yang masih labil,” tambahnya.
Masyarakat di daerah rawan diimbau untuk rutin memantau informasi resmi BMKG, termasuk data pasang surut air laut dan peringatan dini cuaca. Langkah antisipatif sejak dini dinilai penting guna meminimalkan risiko kerugian dan menjaga keselamatan warga selama periode pasang ekstrem berlangsung. (*)
(yus/satuhabar)
