![]() |
| Kondisi banjir yang melanda warga Kelurahan Sungai Tiung, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Rabu (4/2/2026). (Dok. Wartabanjar.com/ikhsan) |
SATUHABAR.COM, – KALSEL - Banjarbaru – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Banjarbaru sejak dini hari memicu luapan Sungai Kuranji dan menyebabkan banjir di sejumlah kawasan Kecamatan Cempaka, Rabu (4/2/2026). Peristiwa ini berdampak langsung pada ratusan warga di dua kelurahan.
Data sementara mencatat sekitar 145 kepala keluarga (KK) terdampak genangan air yang masuk hingga ke lingkungan permukiman. Ketinggian air bervariasi, berkisar antara 20 hingga 30 sentimeter.
Camat Cempaka, Hendrawan Maulana, menyampaikan bahwa banjir terjadi di Kelurahan Cempaka dan Kelurahan Sungai Tiung. Luapan Sungai Kuranji menggenangi ruas Jalan Mistar Cokrokusumo, yang menjadi salah satu akses utama warga.
“Di Kelurahan Cempaka, genangan air terjadi sepanjang kurang lebih 150 meter di Jalan Mistar Cokrokusumo. Kendaraan masih bisa melintas, namun pengendara diminta berhati-hati,” ujar Hendrawan.
Ia merinci, wilayah terdampak di Kelurahan Cempaka mencakup Kertak Baru RT 05 sebanyak 3 KK, RT 06 sebanyak 10 KK, RT 22 sebanyak 25 KK, RT 23 sebanyak 25 KK, RT 24 sebanyak 20 KK, dan RT 25 sebanyak 15 KK. Total warga terdampak di kelurahan ini mencapai 98 KK.
Selain permukiman, banjir juga mengganggu aktivitas pendidikan. Pesantren Miftahul Khairiyah yang berada di RT 05 turut tergenang, dengan air masuk ke sejumlah ruang kelas. Kondisi tersebut memaksa pihak pesantren menghentikan kegiatan belajar mengajar dan memulangkan para santri lebih awal.
Sementara itu, di Kelurahan Sungai Tiung, luapan air Sungai Kuranji juga merendam Jalan Mistar Cokrokusumo sepanjang sekitar 100 meter. Genangan air berdampak pada RT 01 sebanyak 38 KK dan RT 28 sebanyak 9 KK, dengan ketinggian air berkisar 20 hingga 25 sentimeter.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kecamatan bersama aparat kelurahan terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengantisipasi potensi kenaikan air susulan jika hujan kembali turun. (*)
(yus/satuhabar)
