![]() |
Lomba Musik Kreatif Bagarakan Sahur dan Lomba Tanglong tingkat Kalimantan Selatan, di Kandangan Hulu Sungai Selatan. (Dok. Antara Kalsel) |
SATUHABAR.COM, KALSEL - Kandangan - Tradisi khas Ramadhan kembali menggema di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Festival Kemilau Ramadan 2026 dipastikan akan menonjolkan dua agenda utama yang paling dinanti masyarakat: Lomba Musik Kreatif Bagarakan Sahur dan Lomba Tanglong tingkat Kalimantan Selatan.
Digelar pada 13–17 Maret 2026 oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, festival ini menghadirkan kemeriahan malam Ramadhan dengan sentuhan tradisi yang dikemas lebih inovatif.
Bagarakan Sahur, Tradisi yang Terus Hidup
Bagarakan sahur bukan sekadar membangunkan warga untuk makan sahur. Tradisi ini telah menjadi identitas budaya Banua yang sarat kreativitas. Dalam FKR 2026, peserta ditantang menghadirkan aransemen musik yang lebih segar tanpa meninggalkan akar tradisionalnya.
Alat musik sederhana, tabuhan ritmis, hingga kostum unik akan berpadu menciptakan pertunjukan yang atraktif di sepanjang malam Ramadhan. Tahun ini, jangkauan peserta diperluas se-Kalimantan Selatan untuk memperkaya variasi penampilan dan memperkuat silaturahmi antar daerah.
Tanglong, Cahaya Ramadhan yang Memikat
Selain bagarakan sahur, Lomba Tanglong juga menjadi daya tarik utama. Hiasan lampu khas Ramadhan ini akan ditampilkan dalam berbagai bentuk kreatif dan instalasi artistik.
Tanglong tidak hanya memperindah suasana malam, tetapi juga menjadi simbol semangat dan cahaya kebersamaan di bulan suci. Dengan konsep yang lebih kompetitif dan inovatif, panitia mendorong setiap peserta menghadirkan karya yang memiliki ciri khas dan nilai pembeda.
Dampak Wisata dan Ekonomi Lokal
Dukungan terhadap festival ini juga datang dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Kegiatan tersebut dinilai berpotensi besar mendongkrak kunjungan wisata religi selama Ramadhan.
Ramainya pengunjung diperkirakan berdampak positif terhadap pelaku UMKM, pedagang kuliner tradisional, serta jasa pendukung pariwisata di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Dengan menonjolkan bagarakan sahur dan tanglong sebagai ikon utama, Festival Kemilau Ramadan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga perayaan budaya yang memperkuat identitas daerah sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat. (*)
(yus/satuhabar)
