![]() |
| Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie |
SATUHABAR.COM, KALTENG - PURUK CAHU - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, meminta pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat pengawasan terhadap ketersediaan bahan pokok dan pergerakan harga di pasaran menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Menurutnya, momentum menjelang Ramadan biasanya diikuti dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap berbagai komoditas pangan. Karena itu, langkah pemantauan secara rutin sangat penting dilakukan guna memastikan pasokan tetap tersedia dan harga kebutuhan pokok tetap terkendali.
“Menjelang Ramadan, kebutuhan masyarakat pasti meningkat. Oleh sebab itu, pemerintah daerah harus memastikan stok bahan pokok aman dan distribusi berjalan lancar sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan masyarakat,” kata Bebie, Rabu (11/2/2026).
Politisi DPRD Murung Raya tersebut menilai kondisi ketersediaan pangan di daerah saat ini relatif baik. Namun demikian, pemerintah tetap perlu mewaspadai sejumlah komoditas yang rentan mengalami kenaikan harga akibat faktor distribusi maupun pasokan dari luar daerah.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Murung Raya masih bergantung pada pasokan sejumlah kebutuhan pokok dari daerah lain. Kondisi tersebut membuat pengawasan terhadap jalur distribusi dan ketersediaan stok menjadi sangat penting, terutama saat permintaan pasar meningkat.
"Pengendalian harga tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah daerah, distributor, pelaku usaha, dan seluruh pihak terkait agar pasokan tetap terjaga dan masyarakat tidak kesulitan memperoleh kebutuhan pokok," ujarnya.
Bebie juga mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang terus melakukan pemantauan kondisi pasar sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut perlu dibarengi dengan evaluasi berkala agar setiap potensi gangguan pasokan dapat segera diantisipasi.
Selain pengawasan pasar, DPRD Murung Raya juga mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan berbagai langkah antisipasi apabila terjadi gejolak harga pada komoditas tertentu. Salah satunya melalui pelaksanaan pasar murah atau program intervensi lainnya yang dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
"Jika ada indikasi kenaikan harga yang cukup signifikan, pemerintah harus bergerak cepat. Pasar murah dan langkah stabilisasi lainnya dapat menjadi solusi untuk menjaga daya beli masyarakat," jelasnya.
Lebih lanjut, Bebie menekankan pentingnya penguatan sektor pertanian dan produksi pangan lokal sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Dengan meningkatnya produksi lokal, ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dapat dikurangi secara bertahap.
Ia berharap berbagai upaya yang dilakukan pemerintah daerah mampu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terbebani oleh kenaikan harga pangan.
"DPRD mendukung setiap langkah pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Yang terpenting adalah masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan mudah, harga tetap terjangkau, dan pasokan tersedia hingga ke seluruh wilayah Murung Raya," tegasnya.
Menurut Bebie, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bukan hanya berkaitan dengan aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan masyarakat secara langsung, terutama menjelang momentum keagamaan yang memiliki tingkat konsumsi lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa. (*)
(faidh/satuhabar)
