| Rapat dengar pendapat (RDP) DPRD Kotawaringin Timur bersama pihak terkait membahas belum cairnya dana hibah KONI untuk persiapan Porprov Kalteng 2026 |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti belum cairnya dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotim yang dinilai dapat menghambat persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026.
Sorotan tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama pihak terkait. Anggota Komisi III DPRD Kotim, Syahbana, menyatakan pihaknya memahami langkah kehati-hatian pemerintah daerah, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dalam proses pencairan dana.
“Kami memahami kehati-hatian ini, karena berkaca dari kasus KONI sebelumnya, di mana anggarannya memang cukup luar biasa untuk pelaksanaan kegiatan,” ujar Syahbana, Kamis (19/2/2026).
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam rapat, total anggaran hibah KONI yang tercatat di Dispora mencapai Rp3 miliar. Namun dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) awal, hanya Rp750 juta yang dianggarkan. Sementara itu, usulan awal dari KONI disebut mencapai Rp7 miliar.
“Pada saat rapat pembahasan anggaran, Kadispora menyampaikan adanya usulan penambahan. Pimpinan rapat saat itu menyebutkan akan dibawa ke rapat kompilasi. Memang di rapat kompilasi disampaikan ada penambahan, tetapi tidak dijelaskan nominalnya berapa,” ungkapnya.
Syahbana mengaku baru mengetahui secara resmi besaran usulan Rp7 miliar tersebut dalam RDP kali ini. Ia menilai Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak menyampaikan secara detail nilai penambahan anggaran hibah yang disepakati.
Meski demikian, ia menegaskan dana Rp750 juta yang sudah tercantum dalam RKA seharusnya dapat dicairkan lebih dahulu sembari menunggu kepastian tambahan anggaran.
“Kalau Rp2,2 miliar masih dianggap berisiko untuk dicairkan karena kehati-hatian, maka yang Rp750 juta ini saya rasa tetap bisa dicairkan. Ini bisa menjadi langkah awal agar KONI bisa mulai bergerak,” tegasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kotim lainnya, Marudin, menilai persoalan tersebut tak akan berlarut apabila komunikasi antara TAPD dan DPRD terjalin lebih terbuka sejak awal.
“Komisi III sejak awal sudah sepakat mengusulkan penambahan anggaran. Catatan anggarannya juga jelas ada penambahan, hanya saja TAPD tidak menginformasikan lebih lanjut,” kata Marudin.
Ia juga mengingatkan bahwa tahapan Porprov 2026 telah berjalan, mulai dari pendaftaran cabang olahraga hingga verifikasi keabsahan atlet, yang seluruhnya membutuhkan dukungan anggaran.
“Kalau dilihat dari perencanaan, sebenarnya masih bisa kita kejar dengan situasi yang ada, asalkan ada komitmen bersama. Apalagi sudah ada semangat penambahan anggaran dari Rp750 juta menjadi lebih, kalau bisa mendekati angka usulan,” ujarnya.
Marudin pun mendorong agar seluruh pihak segera mengambil langkah konkret.
“Kalau memang kita semua komitmen dan ingin ikut Porprov, silakan langsung kita gas,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Porprov Kalimantan Tengah 2026 akan digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat. Pada ajang sebelumnya, KONI Kotim berhasil meraih gelar juara umum dan diharapkan mampu kembali bersaing meski persiapan saat ini masih terkendala anggaran.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur