SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Warga Kota Sampit dibuat cemas setelah dua tindak perampokan terjadi dalam rentang waktu kurang dari 12 jam pada Jumat (20/2/2026). Insiden pertama berlangsung dini hari di sebuah rumah warga, sedangkan kejadian kedua terjadi siang harinya di sebuah gerai layanan keuangan.
Peristiwa awal dilaporkan sekitar pukul 02.30 WIB. Seorang perempuan bernama Marni (42) menjadi korban dugaan percobaan perampokan saat sedang beristirahat seorang diri di rumahnya. Pelaku diduga terlebih dahulu memutus aliran listrik sebelum masuk ke dalam rumah.
Korban terbangun ketika pelaku sudah berada di dalam kamar. Ia sempat dibekap menggunakan bantal dan tubuhnya ditindih. Saat berusaha melawan, korban justru diserang memakai senjata tajam serta linggis. Akibatnya, ia mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan wajah hingga harus mendapatkan beberapa jahitan. Meski demikian, tidak ada harta benda yang dilaporkan raib dari rumah tersebut. Pelaku masih dalam pengejaran aparat.
Beberapa jam berselang, sekitar pukul 13.15 WIB, aksi serupa kembali terjadi di gerai BRILink yang berada di Jalan HM Arsyad. Seorang pria berpostur tinggi dan kurus, mengenakan helm merah serta pakaian gelap, masuk ke dalam gerai dan langsung mengancam petugas dengan senjata tajam.
Admin gerai, Yuniar Tia Kurnia (27), yang saat itu bertugas seorang diri, dipaksa menyerahkan seluruh uang tunai yang ada. Di bawah tekanan dan ancaman kekerasan, korban akhirnya memberikan uang sekitar Rp9 juta.
Setelah mendapatkan uang, pelaku melarikan diri melalui bagian belakang bangunan menuju arah Jalan Mangga 1, tempat kendaraan yang digunakan sudah disiapkan. Korban sempat berteriak meminta bantuan sehingga mengundang perhatian warga sekitar. Awalnya, warga mengira terjadi kecelakaan sebelum mengetahui adanya aksi perampokan.
Dua kejadian dalam satu hari tersebut menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Aparat kepolisian telah melakukan olah TKP di kedua lokasi dan saat ini masih memburu pelaku yang terlibat.
Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama pada jam-jam rawan, serta memastikan sistem keamanan rumah maupun tempat usaha dalam kondisi optimal.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Hukrim