Hujan dan Pasang Air Picu Banjir di Baamang Tengah, Jalan Cristopel Mihing Tergenang

Genangan banjir masih merendam Jalan Cristopel Mihing, Kelurahan Baamang Tengah, Sampit, Senin (2/2/2026).


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Curah hujan tinggi yang melanda wilayah Sampit dalam beberapa hari terakhir berdampak pada munculnya genangan air di sejumlah titik di Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Salah satu lokasi yang terdampak berada di Jalan Cristopel Mihing, tepatnya di kawasan depan Panti Asuhan Bahagia.

Genangan air di ruas jalan tersebut membentang cukup panjang, diperkirakan mencapai sekitar 250 meter. Pantauan di lapangan pada Senin (2/2/2026) menunjukkan air masih menutupi permukaan jalan dengan ketinggian hampir menyentuh mata kaki orang dewasa. Kondisi ini membuat aktivitas warga terganggu, termasuk anak-anak sekolah yang terpaksa melepas sepatu saat melintas.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim mencatat, ketinggian genangan berada pada kisaran 1 hingga 5 sentimeter. Meski tidak terlalu tinggi, air yang menggenangi badan jalan cukup menghambat kelancaran lalu lintas dan mobilitas masyarakat di sekitar lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan bahwa genangan banjir terjadi akibat kombinasi hujan dengan intensitas tinggi dan pengaruh pasang air.

“Selama periode 29 hingga 31 Januari 2026 terjadi hujan cukup lebat, bersamaan dengan kondisi air pasang yang tinggi, sehingga menyebabkan air meluap dan menggenangi jalan,” jelasnya.

Selain Jalan Cristopel Mihing, genangan juga dilaporkan merambah kawasan permukiman warga, salah satunya di Gang Reformasi. Di lokasi tersebut, hampir seluruh badan jalan terdampak genangan air.

“Untuk Gang Reformasi, kondisi genangannya cukup merata. Sekitar 90 persen ruas gang terendam,” ungkap Multazam.

BPBD Kotim telah melakukan pendataan serta dokumentasi langsung di lapangan sebagai bagian dari laporan kejadian banjir. Pemantauan terus dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi, terutama berkaitan dengan cuaca dan pasang surut air.

Menurut Multazam, berdasarkan data pemantauan, ketinggian air pasang pada pukul 13.00 WIB tercatat mencapai 0,44 meter di atas permukaan laut. Kondisi tersebut berpotensi meningkat dengan puncak pasang diperkirakan terjadi pada sore hingga malam hari.

“Kami tetap melakukan pemantauan rutin di lokasi-lokasi rawan genangan dan menyusun laporan singkat sebagai bahan evaluasi,” ujarnya.

BPBD Kotim juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan genangan susulan, terutama apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi dan bersamaan dengan kondisi air pasang.(*)



(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama