Inovasi Wadi Patin, Cara UMKM Kalteng Tarik Minat Generasi Muda

Wadi patin. (Dok. djkn.kemenkeu.go.id)


SATUHABAR.COM, KALTENG - Palangka Raya - Melestarikan kuliner tradisional di tengah perubahan selera generasi muda menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku UMKM. Hal itu dirasakan Yessi Taras Tuty, pengelola Wadi Patin Borneo, dalam upayanya menjaga eksistensi wadi patin sebagai makanan khas Kalimantan Tengah.

Dalam program UMKM Bicara di Pro 1 RRI Palangka Raya, Senin (2/2/2026), Yessi mengungkapkan bahwa pendekatan konvensional sudah tidak lagi efektif untuk mengenalkan wadi patin kepada anak muda. Karena itu, ia memilih berinovasi melalui kreasi resep dan teknik pengolahan agar lebih sesuai dengan selera masa kini.

“Kami berusaha memperkenalkan wadi patin dengan menu dan resep yang disukai anak muda. Bumbunya kami olah supaya aroma ikan tidak terlalu menyengat, lalu cara memasaknya juga dikreasikan,” ujar Yessi.

Selain inovasi rasa, Yessi menegaskan pentingnya konsistensi kualitas bahan baku sebagai kunci menjaga kepercayaan konsumen. Ia memastikan hanya menggunakan ikan patin segar agar cita rasa wadi tetap terjaga.

“Rasa harus konsisten, resep juga harus sama. Ikannya wajib segar, karena kalau ikan sudah tidak segar lalu dipaksakan jadi wadi, rasanya berubah dan kualitasnya turun,” katanya.

Melalui edukasi dan promosi di media sosial, Yessi juga berupaya meluruskan persepsi bahwa wadi patin aman dikonsumsi karena diolah dari ikan segar dengan proses yang tepat.

Upaya inovasi tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan wadi patin sebagai warisan kuliner daerah, sekaligus menjadikannya tetap relevan dan diminati lintas generasi di Kalimantan Tengah. (*)

(dho/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama