Rahasia Ramadhan: Saat Dosa Diampuni, Pintu Rezeki dan Kebaikan Kembali Terbuka

Foto Ilustrasi by: AI


SATUHABAR.COM, JAKARTA - Bulan suci Ramadhan bukan sekadar momentum menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, Ramadhan adalah kesempatan emas untuk membersihkan diri dan membuka kembali pintu-pintu kebaikan yang mungkin selama ini terasa tertutup.

Dalam salah satu ceramah yang dibagikan melalui media sosial, Khalid Basalamah menyampaikan bahwa ada kalanya kebaikan dalam hidup seseorang seakan tertunda bukan karena kurang usaha, melainkan karena dosa yang belum disertai taubat.

Menurutnya, ampunan dari Allah bukan hanya menggugurkan hukuman akibat kesalahan, tetapi juga bisa menjadi sebab kembalinya keberkahan yang sempat tertahan.

“Bisa jadi bukan usaha kita yang kurang, tetapi ada kesalahan yang belum kita mohonkan ampunannya,” ujarnya.

Taubat yang Mengangkat Derajat

Kisah Nabi Adam alaihissalam menjadi pelajaran penting tentang luasnya rahmat Allah. Setelah melakukan kesalahan, beliau memohon ampun dan Allah menerima taubatnya serta mengembalikan kemuliaannya.

Pesan ini menegaskan bahwa pintu ampunan selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali. Terlebih di bulan Ramadhan, saat pahala dilipatgandakan dan kesempatan memperbaiki diri semakin besar.

Ramadhan dan Kedekatan dengan Al-Qur’an

Ramadhan juga identik dengan Al-Qur’an. Rasulullah ﷺ dikenal sebagai pribadi paling dermawan, dan kedermawanannya semakin bertambah saat Ramadhan, ketika Malaikat Jibril datang membacakan Al-Qur’an setiap malam.

Momentum ini menjadi pengingat bahwa memperbanyak istighfar, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, dan meningkatkan ibadah adalah jalan untuk menghidupkan kembali hati yang mungkin sempat lalai.

Allah berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 53 agar hamba-Nya tidak berputus asa dari rahmat-Nya, karena Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa setiap manusia pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik yang bersalah adalah mereka yang bertaubat.

Momentum Membuka Kembali Pintu Kebaikan

Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memulai kembali. Istighfar bukan sekadar ucapan, tetapi pengakuan tulus dan tekad untuk berubah. Ketika dosa dihapuskan, hati menjadi lebih lapang, doa lebih mudah dikabulkan, dan keberkahan hidup kembali terasa.

Menjadikan Ramadhan sebagai titik balik bukan hanya tentang ritual, tetapi tentang memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama. Karena bisa jadi, di balik taubat yang tulus, tersimpan kunci terbukanya rezeki, ketenangan, dan kebahagiaan yang selama ini kita nantikan. (*)

Lebih baru Lebih lama