212 CPNS Resmi Disumpah Jadi PNS, Pemkab Kotim Tekankan Integritas dan Peran dalam Pencegahan HIV/AIDS

Penyerahan SK Pegawai Negeri Sipil kepada CPNS Formasi Tahun Anggaran 2024 di Kabupaten Kotawaringin Timur.


SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur -Sebanyak 212 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun Anggaran 2024 resmi diambil sumpah/janji dan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, Rabu (1/4/2026).

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran aparatur sipil negara terhadap isu kesehatan masyarakat.

Sambutan Bupati Kotawaringin Timur dalam kegiatan ini disampaikan oleh Bima Eka Wardana. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PNS yang baru diambil sumpahnya.

“Pengambilan sumpah ini bukan sekadar seremonial, melainkan ikrar suci sebagai bentuk kesetiaan kepada bangsa dan negara, serta tanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk bekerja dengan jujur, amanah, dan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa sejak saat ini para PNS memiliki tanggung jawab besar sebagai pelayan masyarakat. Oleh karena itu, mereka diminta untuk terus meningkatkan dedikasi dan profesionalisme, serta menjunjung tinggi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, seperti berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

Selain itu, para PNS diharapkan mampu menjadi figur yang berintegritas tinggi, menghindari perbuatan tercela, serta terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah daerah juga menyoroti pentingnya pemahaman terkait HIV/AIDS. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para ASN mengenai cara penularan, pencegahan, serta pentingnya menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

Dijelaskan bahwa HIV/AIDS dapat menular melalui hubungan seksual berisiko, penggunaan jarum suntik secara bergantian, transfusi darah yang terkontaminasi, serta penularan dari ibu ke anak. Namun, penyakit ini tidak menular melalui interaksi sosial biasa seperti berjabat tangan atau berbagi makanan.

“Sebagai PNS, saudara-saudari memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta mendukung program pemerintah dalam pencegahan HIV/AIDS. Selain itu, penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan inklusif,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi momentum penguatan komitmen sebagai aparatur negara, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap isu kesehatan masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Kotawaringin Timur yang sejahtera, bermartabat, maju, dan berkelanjutan.(*)


(sal/satuhabar)
Lebih baru Lebih lama