SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mulai memengaruhi kebiasaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan. Sejak diberlakukannya penyesuaian harga pada 18 April 2026, sejumlah jenis BBM mengalami kenaikan cukup tinggi, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah.
Harga Dexlite kini tercatat mencapai Rp24.150 per liter, sementara Pertamina Dex berada di angka Rp24.450 per liter. Keduanya mengalami kenaikan signifikan dibandingkan bulan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp14 ribuan per liter. Tak kalah mencolok, Pertamax Turbo juga melonjak hingga Rp19.850 per liter dari sebelumnya sekitar Rp13.350 per liter.
Berbeda dengan BBM non-subsidi, harga bahan bakar bersubsidi masih belum mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual Rp10.000 per liter dan solar subsidi bertahan di Rp6.800 per liter. Sementara itu, Pertamax juga masih berada di harga Rp12.600 per liter.
Kondisi ini mendorong sebagian masyarakat untuk mulai mempertimbangkan kembali pilihan bahan bakar yang digunakan. Salah seorang warga Sampit, Andi (34), mengaku kini lebih selektif dalam menentukan pengeluaran, terutama untuk kebutuhan transportasi.
“Sekarang selisih harganya terasa jauh, jadi harus lebih dihitung lagi pemakaiannya,” ujarnya.
Ia menilai kenaikan ini tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga berpotensi memengaruhi biaya operasional di berbagai sektor yang bergantung pada BBM non-subsidi.
Dengan adanya perubahan harga ini, masyarakat diperkirakan akan mulai menyesuaikan pola konsumsi energi, baik dengan beralih ke jenis BBM lain maupun mengurangi intensitas penggunaan kendaraan.(*)
(sal/satuhabar)
Tags
Kotawaringin Timur