Dorong Peran Putra Daerah dalam Pembangunan

Anggota DPRD Murung Raya dari Fraksi PPP, Johansyah


SATUHABAR.COM, KALTENG - Puruk Cahu - Semangat kebersamaan dan gotong royong terus digaungkan di Kabupaten Murung Raya melalui tema “Manggatang Utus Maangkat Umang”. Nilai luhur ini tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga diarahkan sebagai energi penggerak pembangunan daerah berbasis kearifan lokal.

Dalam sebuah kegiatan yang digelar belum lama ini, Anggota DPRD Murung Raya dari Fraksi PPP, Johansyah, menegaskan pentingnya memberikan ruang lebih besar bagi putra daerah untuk terlibat aktif dalam setiap proses pembangunan.

Menurutnya, masyarakat lokal bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek utama yang memiliki potensi besar untuk mendorong kemajuan daerah jika diberi kesempatan dan dukungan yang tepat.

“Putra daerah harus dilibatkan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan program. Dengan begitu, mereka bisa memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Murung Raya, Johansyah menilai bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia lokal menjadi kunci agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan yang konsisten agar generasi muda daerah mampu bersaing di berbagai sektor.

Di sisi lain, nilai gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Murung Raya dinilai sebagai fondasi kuat dalam menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Tradisi ini, lanjutnya, harus terus dijaga dan diwariskan sebagai identitas daerah.

“Budaya kita adalah kekuatan. Kalau ini terus dijaga, masyarakat akan semakin solid dan mampu menghadapi berbagai tantangan dengan kebersamaan,” tambahnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menjadikannya sebagai semangat kolektif dalam membangun daerah yang lebih maju dan sejahtera.

“Mari kita rawat budaya kita sekaligus bergandengan tangan membangun masa depan Murung Raya yang lebih baik,” tutupnya.

Penguatan nilai budaya dan keterlibatan masyarakat lokal diharapkan mampu menjadi pondasi kokoh dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di "Bumi Tana Malai Tolung Lingu". (*)


(faidh/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama