MARKISSA di SDN 4 Syamsudin Noor, Sedekah Sampah Jadi Beras untuk Siswa

Anggota Komite SDN 4 Syamsudin Noor, Istikomawati, menyerahkan bantuan beras hasil program MARKISSA kepada salah satu dewan guru untuk dibagikan kepada murid kurang mampu. (Dok. Istimewa)



SATUHABAR.COM, KALSEL - BANJARBARU – Upaya menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus nilai sosial sejak dini diwujudkan melalui program inovatif di SDN 4 Syamsudin Noor. Program bertajuk MARKISSA (Mari Kita Sedekah Sampah) ini mengajak siswa mengumpulkan botol plastik bekas yang kemudian dikonversi menjadi bantuan beras bagi siswa kurang mampu.

Program tersebut dijalankan secara rutin setiap hari Jumat, di mana para siswa menyetorkan botol plastik ke fasilitas Ecobox yang merupakan dukungan dari Pertamina melalui program tanggung jawab sosial (CSR).

Penyerahan hasil pengumpulan sampah dilakukan secara simbolis oleh perwakilan komite sekolah, Istikomawati, kepada pihak sekolah yang diwakili Nurmahmudah, Jumat (24/4/2026).

Penggagas program, Yoni Setiawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan manfaat ganda, yakni mengurangi sampah plastik sekaligus membantu sesama.

Botol-botol yang terkumpul kemudian dikelola dan dikonversi menjadi bahan pokok berupa beras. Bantuan tersebut disalurkan secara berkala kepada siswa yang membutuhkan, dengan sistem bergiliran agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata.

Istikomawati menilai program ini memiliki nilai edukatif yang kuat dalam membentuk karakter anak.

“Melalui MARKISSA, anak-anak belajar menjaga lingkungan sekaligus menumbuhkan empati dan kebiasaan bersedekah. Sedekah tidak harus berupa uang, botol bekas pun bisa menjadi sesuatu yang sangat berarti,” ujarnya.

Pihak sekolah pun menyambut baik inisiatif tersebut. Nurmahmudah menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara komite sekolah, masyarakat, dan pihak swasta.

Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci keberhasilan program sehingga dapat berjalan secara berkelanjutan.

Program MARKISSA diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi siswa, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengelola sampah secara produktif sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di lingkungan pendidikan. (*)


(yus/satuhabar)

Lebih baru Lebih lama