| Panggung pernikahan di Jalan Cristopel Mihing, Baamang, tutup separuh jalan dan picu kemacetan, warga keluhkan gangguan aktivitas |
SATUHABAR.COM, KALTENG - Kotawaringin Timur - Aktivitas lalu lintas di Jalan Cristopel Mihing, Kecamatan Baamang, terganggu akibat berdirinya panggung pernikahan yang memakan sebagian badan jalan, Sabtu (11/4/2026). Kejadian ini menjadi perhatian publik setelah rekaman videonya tersebar luas di media sosial.
Dalam video tersebut, tampak arus kendaraan harus bergantian melintas karena sebagian jalan tertutup panggung acara. Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang dan memicu kemacetan di lokasi.
Sejumlah warga yang melintas mengaku merasa terganggu. Mereka menilai penggunaan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi seharusnya tidak sampai menghambat aktivitas masyarakat luas.
“Jalan itu akses umum, seharusnya tidak dipakai sampai mengganggu seperti ini. Kami juga jadi terhambat,” ungkap salah satu pengguna jalan.
Keluhan serupa juga menyoroti soal perizinan. Warga mempertanyakan apakah penutupan sebagian jalan tersebut telah melalui prosedur resmi dari instansi terkait.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kotawaringin Timur, Raihansyah, menegaskan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin penutupan jalan untuk kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa penggunaan badan jalan, apalagi sampai menutup akses lalu lintas, harus melalui mekanisme resmi, termasuk pembahasan dalam forum lalu lintas.
“Untuk penutupan jalan itu wajib ada izin resmi dari Dinas Perhubungan dan forum lalu lintas. Sampai sekarang kami tidak pernah mengeluarkan izin tertulis terkait kegiatan tersebut,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebelumnya memang sempat ada komunikasi dari pihak penyelenggara terkait rencana acara. Namun, izin yang disarankan hanya sebatas koordinasi dengan lingkungan setempat seperti RT, RW, dan kelurahan, mengingat kegiatan tersebut bersifat pribadi.
Setelah peristiwa ini menjadi sorotan, pihak penyelenggara baru menghubungi Dinas Perhubungan. Namun saat itu kondisi di lapangan sudah terlanjur ramai dan berdampak pada kemacetan.
Sementara itu, aparat kepolisian dari Polsek setempat turun langsung ke lokasi untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Petugas juga memberikan imbauan kepada panitia agar segera melengkapi perizinan serta mengatur skema lalu lintas agar kejadian serupa tidak terulang.(*)
(sal/satuhabar)